”PEREMPUAN PGRI KUAT, GENERASI HEBAT”

Perempuan harus kuat, terdidik, tangguh dan penuh kesabaran. Mewujudkan perempuan yang  tangguh, terdidik dan kuat, bidang Pemberdayaan Perempuan PGRI kabupaten Wonogiri menyelenggarakan Diskusi Panel Pemantapan Peran Perempuan PGRI untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan di Kabupaten Wonogiri.

Kegiatan ini dilaksanakan, Kamis, 18 Desember 2025 di Gedung PGRI Wonogiri diikuti oleh 120 peserta dibuka oleh Ketua TP PKK Kabupaten Wonogiri, Ibu Sri Rahayuningsih Setyo Sukarno, dan dihadiri  Rektor Universitas PGRI Semarang, Sri Suciati, dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri, Sriyanto. Kegiatan ini dikemas dengan apik melalui diskusi panel.

Laporan Kegiatan oleh ketua PGRI Kabupaten Wonogiri, Mulyatno. Kegiatan ini sangat penting dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kualitas perempuan PGRI di Kabupaten Wonogiri. Perempuan PGRI adalah madrasah pertama dan utama di keluarga. Perempuan PGRI harus selalu meningkatkan kualitas diri dan mengembangkan diri sesuai dengan perkembangan zaman saat ini.

Sri Rahayuningsih Setyo Sukarno dalam sambutannya, mengatakan bahwa ”para perempuan PGRI menjadi garda terdepan untuk mencetak generasi penerus bangsa”. ”Perempuan PGRI sebagai ibu adalah jembatan pertama yang mengajarkan membaca kepada anak-anaknya di keluarga. Di akhir sambutannya, diserahkan cindera mata dari PGRI Kabupaten Wonogiri kepada ketua TP PKK Wonogiri, Narasumber diskusi panel Rektor UPGRIS dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wonogiri.

Diskusi panel dengan tajuk Pemantapan Peran Perempuan PGRI dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan PGRI Kabupaten Wonogiri bersama narasumber Rektor UPGRIS Semarang, Sri Suciati dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri, Sriyanto.

Sriyanto, menyampaikan sekolah dan guru sering disalahkan jika terjadi kesalahan pada murid. Sebagai upaya untuk mencegah dan menghindari hal tersebut, mari kita jalin komunikasi, kerja sama, kolaborasi antara orang tua, masyarakat dan sekolah dalam mewujudkan generasi yang kuat dan hebat melalui pendidikan. Perempuan PGRI harus menjadi pelopor dalam meningkatkan kualitas pendidikan khususnya di kabupaten Wonogiri. Di akhir penyampaiannya, Sriyanto mengajak bersama mengurangi penggunaan HP pada anak untuk hal-hal yang tidak bermanfaat, mewujudkan keluarga yang harmonis, perempuan PGRI menjadi teladan diri sendiri, keluarga, dan masyarakat.

Sri Suciati mengapresiasi kegiatan pemantapan perempuan PGRI ini. PGRI Kabupaten Wonogiri adalah pelopor kegiatan ini di Jawa Tengah. Apresiasi juga diberikan kepada peserta yang luar biasa semangat, jarak bukan menjadi halangan. Peran perempuan dalam pengurus PGRI belum ada 30%, maka perlu dimotivasi. Perempuan di dunia politik baru 21,9% berperan sebagai pengurus. Di akhir penyampaiannya Sri Suciati menyampaikan perempuan PGRI harus selalu update teknologi dan informasi, ”bekerjalah dalam diam, biarkan prestasi yang bikin kegaduhan”.