Search for:

PGRI WONOGIRI WONOGIRIWONOGIRI

Mewujudkan Guru Profesional Sejahtera dan Terlindungi

PGRI

Persatuan Guru Republik Indonesia (disingkat PGRI) adalah organisasi di Indonesia yang anggotanya berprofesi sebagai guru. Organisasi ini didirikan dengan semangat perjuangan para guru pribumi pada zaman Belanda, pada tahun 1912 dengan nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB). PGRI memiliki afiliasi dengan ASEAN Council of Teachers. PGRI juga tergabung dalam Education International, sebuah organisasi guru dunia yang terdiri dari 172 negara.

SLCC

Smart Learning and Character Center (SLCC) PGRI Wonogiri menjadi bagian penting dalam menjalankan tugas dan fungsi PGRI sebagai organisasi profesi. Tujuan utama SLCC PGRI Wonogiri adalah untuk meningkatkan dan mengembangkan keterampilan, kompetensi, kemampuan, kualifikasi guru di bidang pedagogi cyber dan soft skill. SLCC PGRI Wonogiri menjadi sebuah wadah dalam pengembangan ide untuk lebih terbuka melihat peluang dan tantangan dalam pembelajaran.

APKS

APKS (Asosiasi Profesi dan Keahlian Sejenis) PGRI adalah adalah anak Lembaga PGRI yang berfungsi mengembangkan Kompetensi dan Profesional Guru. Seorang Guru dalam bekerja harus kompeten (mampu bekerja sesuai dengan standar yang ditetapkan), dan profesional (ahli dalam bidangnya). APKS PGRI Wonogiri siap bekerja dan fokus kerja pada peningkatan kompetensi dan profesionalisme guru.

WORKSHOP PGRI WONOGIRIPEMBUATAN KONTEN PENDIDIKAN PEMBUATAN KONTEN WEBSITEPEMBUATAN KONTEN YOUTUBE

Dalam rangka peringatan HUT Ke-77 PGRI dan HGN Tahun 2022, PGRI Kabupaten Wonogiri menyelenggarakan berbagai macam kegiatan dengan tema “Guru Bangkit, Pulihkan Pendidikan: Indonesia Kuat-Indonesia Maju” dengan hastag #GuruBangkitPulihkanPendidikan. Salah satu agenda kegiatan yang dilaksanakan SLCC PGRI Kabupaten Wonogiri yaitu pelatihan pembuatan konten pembelajaran PGRI dengan tujuan untuk meningkatkan kompetensi dalam pembuatan konten pendidikan dalam bentuk reportase website dan chenel youtube.

Meningkatkan kemampuan dan kompetensi peserta dalam memberikan informasi yang update, efektif, dan terpercaya dengan konten-konten yang menarik melalui konten pendidikan PGRI.

Meningkatkan kapasitas peserta dalam mengimplementasikan kreativitas dan inovasi peserta dalam rangka berbagi inspirasi dan edukasi serta praktik-praktik baik (best practices).

Memperkuat kerjasama antarpengurus PGRI dalam mensinergikan berbagai program PGRI serta meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan profesionalisme untuk memajukan Pendidikan di Kabupaten Wonogiri.

REPORTASE

BERITA TERBARU

”MERAIH KEBAHAGIAAN HAKIKI”, HALALBIHALAL KELUARGA BESAR PGRI SOLORAYA JAWA TENGAH TAHUN 1447 H/2026 M

Bertempat di Gedung PGRI Wonogiri berlokasi di Jalan RM Said No.12A, Joho Lor, Giriwono, kecamatan Wonogiri, kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah 57613, hari ini Kamis, 2 April 2026 diselenggarakan kegiatan Halalbihalal keluarga besar PGRI Soloraya Jawa Tengah Tahun 1447 H/2026 M yang dihadiri oleh sekitar 450 peserta Soloraya.

Berkesempatan hadir pada kegiatan ini Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno beserta Ibu Sri Rahayuningsih didampingi Wakil Bupati, Imron Rizkyarno beserta jajarannya, Pengurus PGRI Jawa Tengah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri, Sriyanto beserta jajarannya, serta Seluruh pengurus PGRI Soloraya.

Laporan kegiatan Halalbihalal disampaikan oleh Ketua PGRI Kabupaten Wonogiri, Mulyatno. Tema Halalbihalal tahun 1447 H/2026 M ini adalah ”Membangun Kebersamaan, Meraih Kebahagiaan Hakiki”. Harapannya dengan tema ini tetap terjalin solidaritas, komunikasi seluruh anggota PGRI di Soloraya.  Ikrar Halalbihalal disampaikan oleh Ketua PGRI Korwil Soloraya, Wahyono, ikrar untuk saling memaafkan, mendoakan agar tetap terjalin silaturahmi, koordinasi yang baik, semoga amal ibadah kita diterima Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa.

Kesempatan yang berbahagia ini, juga dilaksanakan penyerahan bantuan kepada korban bencana puting beliung wilayah Soloraya yang diterima oleh 2 pengurus perwakilan PGRI Soloraya. Bantuan ini adalah wujud kepedulian, rasa tenggang rasa dan kasih sayang terhadap masyarakat yang sedang dilanda bencana.

Sambutan Halalbihalal disampaikan oleh Ketua PGRI Jawa Tengah yang diwakili oleh Rektor Universitas PGRI Jawa Tengah, Sri Suciati. Intisari sambutan Beliau adalah kegiatan Halalbihalal ini kegiatan yang mulia dan positif untuk tetap menjalin silaturahmi antara Pengurus PGRI Soloraya dengan pemerintah daerah. Sumber daya manusia tidak bisa dipikul hanya oleh guru. Dukungan luar biasa dari Pemerintah pada bidang pendidikan yang hebat menentukan generasi pada masa deapan. ”Mari seluruh pengurus PGRI Soloraya menjadi motor penggerak dengan tetap menjunjung tinggi budi pekerti yang luhur”, ajakan Sri Suciati mengakhiri sambutannya.

Sambutan Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno pada Halalbihalal ini adalah  menjadi sarana terbaik untuk tetap menjalin dan memperkuat silaturahmi, dan bertukar informasi khususnya bidang pendidikan di Soloraya. Bupati Wonogiri juga berkomitemen melalui visi Wonogiri untuk berdaya saing, dan pembangunan berkelanjutan mewujudkan Wonogiri yang Maju, Mandiri dan Sejahtera.  Wonogiri juga berkomitmen menyelenggarakan pendidikan dasar gratis dengan seragam gratis dan memberikan beasiswa kepada mahasiswa berprestasi.

Hikmah Halalbihalal hari ini disampaikan oleh Seno Hadi Sumitro. Garis besar hikmah halalbihalal bahwa kebersamaan itu sangat mahal. Jika mencari kebahagiaan hakiki di dunia ini adalah sulit, tanpa adanya kebersamaan. Mari dengan halalbihalal tahun ini kita bersihkan, luruskan hati dalam rangka silaturahmi dan kebersamaan.

Semoga dengan semangat halalbihalal tahun 1447 H/2026 M ini semua amal ibadah anggota PGRI, pengurus PGRI Soloraya dan pemerintah daerah di Soloraya diterima Allah SWT, dipertemukan dengan ramadhan, Idul Fitri tahun 2027. Wonogiri, SUKSES!!!.

 

UIN Raden Mas Said Surakarta Gelar Yudisium dan Pengukuhan Guru Profesional Batch 2 dan 3 Tahun 2025

Surakarta — Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta menyelenggarakan kegiatan Yudisium dan Pengukuhan Guru Profesional Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Transformasi Batch 2 dan Batch 3 pada Selasa, 30 Desember 2025, pukul 12.30 WIB. Kegiatan ini bertempat di Ballroom Puri Swastamita Lantai 2 Hotel Azhima Resort & Convention, Jalan Embarkasi H No. 24, Ngemplak, Gagaksipat, Boyolali.

Acara tersebut dihadiri sekitar 200 undangan yang berasal dari empat kabupaten, yaitu Surakarta, Sukoharjo, Klaten, dan Wonogiri. Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan lancar hingga selesai pada pukul 16.30 WIB.

Dalam laporannya, Dekan LPTK UIN Raden Mas Said Surakarta, Prof. Dr. Fauzi Muharom, M.Ag, menyampaikan bahwa Program PPG Transformasi ini diikuti oleh 2.976 mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia. Tingkat kelulusan peserta PPG hampir mencapai 100 persen, yang menunjukkan keberhasilan pelaksanaan program serta kesungguhan peserta dalam mengikuti seluruh tahapan pendidikan profesi guru.

Lebih lanjut disampaikan bahwa metode pelaksanaan Yudisium dan Pengukuhan Guru Profesional tahun ini menggunakan sistem yudisium hybrid, yakni mengombinasikan pelaksanaan secara daring (online) dan luring (offline). Metode ini diterapkan sebagai bentuk adaptasi terhadap perkembangan teknologi serta untuk memberikan kemudahan akses bagi peserta dari berbagai wilayah.

Acara dilanjutkan dengan pembacaan petikan keputusan Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta tentang penetepan peserta yang dinyatakan lulus melalui uji kompetensi pendidikan profesi guru dalam jabatan batch 2 dan 3 oleh Dr. Hakiman, S.Pd.I., M.Pd.  selaku ketua jurusan Fakultas Ilmu Tarbiyah. Dilanjutkan dengan pembacaan Ikrar Guru Profesional  oleh Inggit Pangesti Anugrahing Ratri  salah satu perwakilan peserta dari Kabupaten Sukoharjo.

Sementara itu, dalam sambutan dan motivasinya, Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta, Prof. Dr. H. Toto Suharto, menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada seluruh peserta pengukuhan Guru Profesional yang berjumlah 2.976 orang dan berasal dari seluruh Indonesia. Rektor berpesan agar para guru terus meningkatkan kualitas diri dengan menjadi pembelajar sepanjang hayat, tanpa memandang usia.

Beliau juga menegaskan bahwa bertambahnya gelar akademik harus diiringi dengan bertambahnya ilmu pengetahuan dan kualitas kepribadian. Selain itu, para guru diingatkan untuk selalu menjunjung tinggi tata krama, sopan santun, dan etika profesi, serta menjauhi berbagai bentuk kriminalitas, seperti judi online, narkoba, dan pelanggaran hukum lainnya. Pada kesempatan tersebut, Rektor juga mengajak seluruh lulusan untuk berterima kasih kepada negara dan Kementerian Agama yang telah memfasilitasi terselenggaranya Program PPG Transformasi ini.

Kata sambutan dari perwakilan mahasiswa PPG Batch 2 dan Batch 3 disampaikan oleh Agus Sandra Dwi Atmaja, M.Pd., guru dari SD Negeri 3 Watangrejo, Kabupaten Wonogiri. Dalam sambutannya, ia menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada LPTK UIN Raden Mas Said Surakarta atas bimbingan, pendampingan, dan layanan akademik selama proses PPG. Ia juga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya apabila selama mengikuti pendidikan terdapat kekhilafan.

Lebih lanjut, ia menegaskan komitmen para lulusan dengan menyampaikan pernyataan, “Sebagai lulusan PPG Transformasi, kami menyadari bahwa pengukuhan ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari amanah besar sebagai guru profesional. Kami berkomitmen untuk mengimplementasikan ilmu, keterampilan, dan nilai-nilai yang telah kami peroleh selama pendidikan di LPTK UIN Raden Mas Said Surakarta dalam praktik nyata di dunia pendidikan. Kami ingin menjadi guru yang tidak hanya mengajar, tetapi juga mendidik; tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai dan karakter kepada peserta didik.”

Rangkaian acara Yudisium dan Pengukuhan Guru Profesional PPG Transformasi Batch 2 dan Batch 3 ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Maulana Aji, S.Pd guru dari SD Negeri 1 Sonoharjo, Kabupaten Wonogiri. Acara resmi berakhir pada pukul 16.30 WIB dalam suasana penuh syukur dan kebahagiaan.

Puncak HUT ke-80 PGRI dan Hari Guru Nasional 2025 Tingkat Kabupaten Wonogiri Digelar Meriah

Puncak Peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sekaligus Hari Guru Nasional Tahun 2025 tingkat Kabupaten Wonogiri berlangsung khidmat dan meriah pada Sabtu, 27 Desember 2025. Kegiatan tersebut digelar di Gedung PGRI Kabupaten Wonogiri dan dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah daerah serta jajaran organisasi PGRI.

Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Wonogiri Setyo Sukarno beserta istri, Wakil Bupati Wonogiri beserta istri, Ketua PGRI Provinsi Jawa Tengah beserta pengurus, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri, Kepala Kantor Kementerian Agama, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah, serta perwakilan organisasi anak dan lembaga di bawah naungan PGRI.

Acara diawali dengan upacara pembukaan yang berlangsung tertib dan penuh makna. Seluruh hadirin berdiri khidmat menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan Mars PGRI. Suasana semakin semarak dengan persembahan Tari Gambyong yang dibawakan oleh para guru, sebagai simbol dedikasi pendidik dalam melestarikan budaya. Rangkaian pembukaan kemudian dilengkapi dengan pembacaan doa dan sambutan selamat datang serta laporan kegiatan oleh Ketua PGRI Kabupaten Wonogiri. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan piala dan piagam penghargaan kepada para penerima prestasi.

Dalam laporan ketua penyelenggara, Ketua PGRI Provinsi Jawa Tengah, Drs. Mulyatno, M.Pd., menyampaikan bahwa seluruh program yang diamanahkan oleh pengurus provinsi telah dilaksanakan semaksimal mungkin. Ia menjelaskan bahwa melalui kegiatan Porsenijar, PGRI berhasil memperkuat kontingan provinsi Jawa Tengah hingga tingkat nasional. Di tingkat kabupaten, berbagai kegiatan telah dilaksanakan, mulai dari penguatan keorganisasian hingga pemberdayaan Perempuan PGRI dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Wonogiri.

Lebih lanjut disampaikan bahwa seluruh program di tingkat kabupaten juga dilaksanakan secara merata di tingkat cabang dan cabang khusus. Ketua PGRI Provinsi Jawa Tengah juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia, baik di tingkat kabupaten maupun cabang, atas kerja keras dan dedikasi mereka. Ia menegaskan kesiapan PGRI untuk berjuang bersama pemerintah daerah dalam mewujudkan visi Kabupaten Wonogiri yang berdaya saing, maju, sejahtera, dan berkelanjutan.

Sementara itu, Bupati Wonogiri Setyo Sukarno dalam sambutannya menegaskan bahwa peringatan HUT ke-80 PGRI ini menjadi momentum penting untuk menguatkan komitmen seluruh unsur kelembagaan PGRI sebagai wadah profesional guru di Kabupaten Wonogiri. Menurutnya, guru memiliki peran strategis dalam mendidik peserta didik agar tumbuh menjadi generasi penerus yang cerdas dan berkarakter positif.

Bupati juga mengajak para guru untuk ikut memberikan edukasi kepada masyarakat, termasuk dalam menjelaskan perbedaan pembangunan infrastruktur saat ini dibandingkan dua tahun sebelumnya. Ia menekankan bahwa efisiensi anggaran dilakukan dengan tetap mengedepankan transparansi dan akuntabilitas APBD Kabupaten Wonogiri, yang dapat diakses oleh masyarakat melalui berbagai media resmi. Selain itu, bersama Dinas Pendidikan, pemerintah daerah juga melakukan regrouping sekolah, di mana sejumlah aset sekolah yang sudah tidak digunakan dimanfaatkan untuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.

Pada sesi sambutan berikutnya, P. Muchdi, Ketua PGRI Provinsi Jawa Tengah, menyampaikan apresiasi tinggi atas terjalinnya hubungan kerja sama yang harmonis antara Pemerintah Kabupaten Wonogiri dan organisasi PGRI. Ia mengingatkan bahwa usia PGRI yang telah mencapai 80 tahun seusia dengan perjalanan bangsa Indonesia, dan penetapan 25 November sebagai Hari Guru Nasional bukanlah proses yang instan, melainkan hasil perjuangan panjang yang akhirnya ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994.

Ia juga menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada kontingen PGRI Kabupaten Wonogiri yang berhasil mengharumkan nama PGRI Provinsi Jawa Tengah dengan meraih prestasi hingga menjadi juara umum di tingkat nasional. Dalam kesempatan tersebut, Ketua PGRI Provinsi mengajak seluruh hadirin untuk mendoakan para guru dan masyarakat yang terdampak bencana di berbagai daerah, di mana hampir dua ribu guru kehilangan rumah dan membutuhkan uluran tangan dari semua pihak.

Lebih lanjut ditegaskan bahwa cita-cita Indonesia Emas dapat terwujud dengan kunci utama pada guru yang bermutu, berkualitas, sejahtera, dan terlindungi. Ia menekankan pentingnya kejelasan status guru dan menyampaikan bahwa pada tahun ini pemerintah telah menyelesaikan ketidakjelasan status guru melalui pengangkatan ASN PPPK paruh waktu, yang ke depan akan ditingkatkan menjadi penuh waktu sesuai regulasi.

Selain itu, disampaikan pula berbagai isu pendidikan yang telah dan sedang diselesaikan, di antaranya penggunaan ijazah dan gelar yang diperoleh secara sah, kemudahan bagi ASN untuk melanjutkan pendidikan melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), serta reformasi birokrasi melalui mutasi dan redistribusi guru agar lebih dekat dengan tempat tinggal. Termasuk pula penataan regulasi kepala sekolah, baik terkait mekanisme pengangkatan maupun tunjangan.

Peringatan HUT ke-80 PGRI dan Hari Guru Nasional 2025 ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara PGRI dan pemerintah daerah dalam memajukan pendidikan serta meningkatkan kesejahteraan guru di Kabupaten Wonogiri.

”PEREMPUAN PGRI KUAT, GENERASI HEBAT”

Perempuan harus kuat, terdidik, tangguh dan penuh kesabaran. Mewujudkan perempuan yang  tangguh, terdidik dan kuat, bidang Pemberdayaan Perempuan PGRI kabupaten Wonogiri menyelenggarakan Diskusi Panel Pemantapan Peran Perempuan PGRI untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan di Kabupaten Wonogiri.

Kegiatan ini dilaksanakan, Kamis, 18 Desember 2025 di Gedung PGRI Wonogiri diikuti oleh 120 peserta dibuka oleh Ketua TP PKK Kabupaten Wonogiri, Ibu Sri Rahayuningsih Setyo Sukarno, dan dihadiri  Rektor Universitas PGRI Semarang, Sri Suciati, dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri, Sriyanto. Kegiatan ini dikemas dengan apik melalui diskusi panel.

Laporan Kegiatan oleh ketua PGRI Kabupaten Wonogiri, Mulyatno. Kegiatan ini sangat penting dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kualitas perempuan PGRI di Kabupaten Wonogiri. Perempuan PGRI adalah madrasah pertama dan utama di keluarga. Perempuan PGRI harus selalu meningkatkan kualitas diri dan mengembangkan diri sesuai dengan perkembangan zaman saat ini.

Sri Rahayuningsih Setyo Sukarno dalam sambutannya, mengatakan bahwa ”para perempuan PGRI menjadi garda terdepan untuk mencetak generasi penerus bangsa”. ”Perempuan PGRI sebagai ibu adalah jembatan pertama yang mengajarkan membaca kepada anak-anaknya di keluarga. Di akhir sambutannya, diserahkan cindera mata dari PGRI Kabupaten Wonogiri kepada ketua TP PKK Wonogiri, Narasumber diskusi panel Rektor UPGRIS dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wonogiri.

Diskusi panel dengan tajuk Pemantapan Peran Perempuan PGRI dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan PGRI Kabupaten Wonogiri bersama narasumber Rektor UPGRIS Semarang, Sri Suciati dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri, Sriyanto.

Sriyanto, menyampaikan sekolah dan guru sering disalahkan jika terjadi kesalahan pada murid. Sebagai upaya untuk mencegah dan menghindari hal tersebut, mari kita jalin komunikasi, kerja sama, kolaborasi antara orang tua, masyarakat dan sekolah dalam mewujudkan generasi yang kuat dan hebat melalui pendidikan. Perempuan PGRI harus menjadi pelopor dalam meningkatkan kualitas pendidikan khususnya di kabupaten Wonogiri. Di akhir penyampaiannya, Sriyanto mengajak bersama mengurangi penggunaan HP pada anak untuk hal-hal yang tidak bermanfaat, mewujudkan keluarga yang harmonis, perempuan PGRI menjadi teladan diri sendiri, keluarga, dan masyarakat.

Sri Suciati mengapresiasi kegiatan pemantapan perempuan PGRI ini. PGRI Kabupaten Wonogiri adalah pelopor kegiatan ini di Jawa Tengah. Apresiasi juga diberikan kepada peserta yang luar biasa semangat, jarak bukan menjadi halangan. Peran perempuan dalam pengurus PGRI belum ada 30%, maka perlu dimotivasi. Perempuan di dunia politik baru 21,9% berperan sebagai pengurus. Di akhir penyampaiannya Sri Suciati menyampaikan perempuan PGRI harus selalu update teknologi dan informasi, ”bekerjalah dalam diam, biarkan prestasi yang bikin kegaduhan”.

 

Upacara Peringatan HUT ke-80 PGRI dan Hari Guru Nasional 2025

Wonogiri — Pengurus bersama anggota Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Wonogiri menggelar Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 PGRI sekaligus Hari Guru Nasional di halaman Gedung PGRI Wonogiri, pada Selasa pagi 25 November 2025. Kegiatan ini diikuti oleh guru dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, SD, SMP, hingga SMA/SMK se-Kabupaten Wonogiri.

Drs. Mulyatno, M.Pd. selaku Ketua PGRI Kabupaten Wonogiri bertindak sebagai inspektur upacara, dalam amanatnya menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh tenaga pendidik atas dedikasi dan komitmen dalam meningkatkan mutu Pendidikan khusunya di Wonogiri. Beliau menekankan bahwa momentum HUT ke-80 PGRI dan Hari Guru Nasional 2025  guru harus kembali meresapi isi ikrar guru dan menjadi penguat semangat meningkatkan mutu agar mampu menjawab tantangan zaman serta mewujudkan generasi emas Indonesia.

Tema peringatan HUT PGRI tahun ini adalah “Guru Bermutu Indonesia Maju, Bersama PGRI Wujudkan Indonesia Emas”. Melalui tema tersebut, PGRI Wonogiri diharapkan terus berperan sebagai organisasi profesi yang solid, responsif, serta mampu mendukung pengembangan kompetensi guru di era digital.

Upacara berlangsung khidmat dengan ditambahkan kegiatan penyampaian tali asih kepada para karyawan yang mengabdi di gedung PGRI. Pemberian tali asih ini sebagai ucapan terimakasih serta penghargaan atas dedikasi dan pengabdian mereka dalam mengelola serta merawat gedung PGRI Kabupaten Wonogiri. Sejumlah peserta upacara mengaku bangga dapat turut serta dalam momen bersejarah ini. Mereka berharap PGRI dapat terus menjadi wadah perjuangan guru dalam meningkatkan profesionalisme dan kesejahteraan.

Dengan terselenggaranya upacara ini, pengurus PGRI Kabupaten Wonogiri menegaskan komitmen untuk terus bersinergi membangun pendidikan yang berkualitas, berkarakter, dan berdaya saing. Dokumentasi kegiatan upacara dapat diunduh di sini. Tim SLCC

RAIH JUARA 1 NASIONAL, SD NEGERI 2 PURWOSARI WONOGIRI MEWAKILI INDONESIA DALAM TANGIBLE WORLD CUP 2025

Kabar membanggakan datang dari  SD Negeri 2 Purwosari Kabupaten Wonogiri. Tim dari sekolah ini berhasil meraih Juara 1 Nasional dalam Tangible Rangers Competition kategori Sekolah Dasar yang diselenggarakan dalam ajang STEM Fair Universitas Sebelas Maret (UNS) 2025. Ajang tersebut digelar pada 17 September 2025 secara hybrid.

Tim pemenang terdiri tiga siswa berbakat, yaitu Yunavania S.W., Nadhifa K.H., dan Juventine C.R., dengan guru pendamping dari Ibu Putri Zahra. Tim ini sukses menyelesaikan permainan koding Tangible dalam waktu 12 menit 18 detik.

Dengan menggunakan permainan koding Tangible, tim memecahkan tantangan koding yang menarik dan belum pernah ada sebelumnya. Pendekatan unik tanpa perangkat elektronik ini mengajarkan problem-solving dan coding skills menggunakan perangkat fisik, token, dan perangkat seluler.

3 anak dari SD Negeri 2 Purwosari sedang mengikuti ajang Tangible World Cup 2025 secara daring

Tidak berhenti sampai di situ, keberhasilan luar biasa ini juga mengantarkan tim SD Negeri 2 Purwosari untuk menjadi perwakilan Indonesia dalam ajang Tangible World Cup 2025, kompetisi internasional bergengsi yang mempertemukan tim-tim terbaik dari berbagai negara di dunia.

Tampilan Zoom ajang Tangible World Cup 2025

Kepala SD Negeri 2 Purwosari, Amrih Mulat Arif Asriyanto, menyampaikan rasa bangganya atas capaian tersebut. “Kami merasa sangat bersyukur dan bangga atas prestasi yang diraih siswa kami. Ini merupakan hasil kerja keras, semangat belajar, serta dukungan guru dan orang tua. Semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi siswa lainnya untuk terus berinovasi dan berprestasi,” ujarnya.

Beliau juga berharap agar tim SD Negeri 2 Purwosari dapat memberikan hasil terbaik saat mewakili Indonesia di Tangible World Cup 2025, sekaligus menginspirasi siswa lain untuk terus berprestasi dan berinovasi di bidang apapun.

Ajang STEM Fair UNS 2025 sendiri merupakan kegiatan tahunan berskala nasional yang bertujuan menumbuhkan semangat belajar sains dan teknologi sejak dini. Dengan kemenangan ini, SD Negeri 2 Purwosari resmi menorehkan sejarah sebagai salah satu sekolah dasar terbaik dalam bidang inovasi sains.

PGRI Wonogiri Mewujudkan Guru Profesional Sejahtera dan Terlindungi Hidup Guru Hidup PGRI Solidaritas Yes

Silakan Hubungi Kami