Search for:
PENGUKUHAN DAN PELANTIKAN PENGURUS PGRI KAB. WONOGIRI MASA BAKTI XXIII TAHUN 2024-2029

Pengukuhan dan Pelantikan Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Wonogiri Masa Bakti 2024-2029 bertempat di Gedung PGRI Kabupaten Wonogiri, Jl. RM Said No.12A, Joho Lor, Giriwono, Kec. Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah 57613 pada hari Jumat (7/02/2025).

Pelantikan Pengurus PGRI Kabupaten Wonogiri tersebut dipimpin langsung oleh Ketua PGRI Kabupaten Wonogiri, Drs. Mulyatno, M.Pd, disaksikan oleh Pengurus, Pembina, Ketua Cabang dan Cabang Khusus, Pengurus Kelengkapan Organisasi PGRI, dan segenap tamu undangan. Dalam kesempatan tersebut, berkenan hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Wonogiri, F.X. Pranata, AP. M.Hum dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri, Drs. Sriyanto, M.M serta Dewan Pembina PGRI Wonogiri, Drs. Tunggal Widodo BS, M.Pd.

Acara diawali dengan doa yang dipimpin oleh Drs. H. Joko Supriyanto, S.Pd. M.Pd., Kepala MTsN 5 Manyaran, kemudian dilanjutkan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars PGRI yang berlangsung khidmat. Dilanjutkan dengan Pembacaan Surat Keputusan Pengurus PGRI Kabupaten Wonogiri Masa Bakti XXIII Tahun 2024-2029, Pelantikan Pengurus dan Kelengkapan Organisasi PGRI, Penandatanganan  Berita Acara Pelantikan dan Pengucapan Pakta Integritas.

Ketua PGRI Kabupaten Wonogiri, Mulyatno meminta seluruh pengurus yang dilantik menandaskan bahwa pelantikan ini merupakan amanah dan tanggung jawab besar sebagai insan pendidikan. Mari kita pegang teguh pakta integritas yang telah kita ucapkan dalam pelantikan ini, mengemban amanah dengan baik dan bahu-membahu turut berkontribusi secara aktif dalam mendukung program pemerintah dalam memajukan Pendidikan di Kabupaten Wonogiri. ”Dengan kepengurusan baru ini diharapkan bisa memberikan dampak positif dan melakukan Gerakan   perubahan kearah yang lebih baik. Sebagaimana tema yang diusung Transformasi PGRI Menuju Indonesia Emas. Guru sebagai garda terdepan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa harus terus bertransformasi mengikuti perubahan zaman,” tandasnya.

Dalam sambutannya, SETDA Kabupaten Wonogiri, F.X. Pranata mengapresiasi peran serta dan perjuangan PGRI Kabupaten Wonogiri yang telah dilakukan selama ini. F.X. Pranata menghimbau kepada seluruh jajaran pengurus PGRI hendaknya ambil bagian dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan, baik fisik, verbal, maupun seksual, sebagai langkah preventif dalam melindungi anak-anak di dunia pendidikan. ”PGRI hendaknya dapat bersinergi dan selaras dengan program pembangunan pendidikan di Wonogiri. Sinergitas inilah, yang mendorong dan membangun pendidikan yang berkualitas dan bermartabat di tengah tantangan perkembangan zaman di era digital. Semoga PGRI Kabupaten Wonogiri terus menjadi garda terdepan dalam mewujudkan transformasi pendidikan menuju visi Indonesia Emas 2045,” lanjutnya.

Terakhir, F.X. Pranata mengucapkan terima kasih kepada segenap insan pendidikan Kabupaten Wonogiri dan berharap PGRI senantiasa bekerja dengan solid dalam upaya membangun sumber daya manusia, serta meningkatkan kesejahteraan pada guru. (Kominfo-PGRIWng)

UIN Raden Mas Said Surakarta Gelar Yudisium dan Pengukuhan Guru Profesional Batch 2 dan 3 Tahun 2025

Surakarta — Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta menyelenggarakan kegiatan Yudisium dan Pengukuhan Guru Profesional Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Transformasi Batch 2 dan Batch 3 pada Selasa, 30 Desember 2025, pukul 12.30 WIB. Kegiatan ini bertempat di Ballroom Puri Swastamita Lantai 2 Hotel Azhima Resort & Convention, Jalan Embarkasi H No. 24, Ngemplak, Gagaksipat, Boyolali.

Acara tersebut dihadiri sekitar 200 undangan yang berasal dari empat kabupaten, yaitu Surakarta, Sukoharjo, Klaten, dan Wonogiri. Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan lancar hingga selesai pada pukul 16.30 WIB.

Dalam laporannya, Dekan LPTK UIN Raden Mas Said Surakarta, Prof. Dr. Fauzi Muharom, M.Ag, menyampaikan bahwa Program PPG Transformasi ini diikuti oleh 2.976 mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia. Tingkat kelulusan peserta PPG hampir mencapai 100 persen, yang menunjukkan keberhasilan pelaksanaan program serta kesungguhan peserta dalam mengikuti seluruh tahapan pendidikan profesi guru.

Lebih lanjut disampaikan bahwa metode pelaksanaan Yudisium dan Pengukuhan Guru Profesional tahun ini menggunakan sistem yudisium hybrid, yakni mengombinasikan pelaksanaan secara daring (online) dan luring (offline). Metode ini diterapkan sebagai bentuk adaptasi terhadap perkembangan teknologi serta untuk memberikan kemudahan akses bagi peserta dari berbagai wilayah.

Acara dilanjutkan dengan pembacaan petikan keputusan Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta tentang penetepan peserta yang dinyatakan lulus melalui uji kompetensi pendidikan profesi guru dalam jabatan batch 2 dan 3 oleh Dr. Hakiman, S.Pd.I., M.Pd.  selaku ketua jurusan Fakultas Ilmu Tarbiyah. Dilanjutkan dengan pembacaan Ikrar Guru Profesional  oleh Inggit Pangesti Anugrahing Ratri  salah satu perwakilan peserta dari Kabupaten Sukoharjo.

Sementara itu, dalam sambutan dan motivasinya, Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta, Prof. Dr. H. Toto Suharto, menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada seluruh peserta pengukuhan Guru Profesional yang berjumlah 2.976 orang dan berasal dari seluruh Indonesia. Rektor berpesan agar para guru terus meningkatkan kualitas diri dengan menjadi pembelajar sepanjang hayat, tanpa memandang usia.

Beliau juga menegaskan bahwa bertambahnya gelar akademik harus diiringi dengan bertambahnya ilmu pengetahuan dan kualitas kepribadian. Selain itu, para guru diingatkan untuk selalu menjunjung tinggi tata krama, sopan santun, dan etika profesi, serta menjauhi berbagai bentuk kriminalitas, seperti judi online, narkoba, dan pelanggaran hukum lainnya. Pada kesempatan tersebut, Rektor juga mengajak seluruh lulusan untuk berterima kasih kepada negara dan Kementerian Agama yang telah memfasilitasi terselenggaranya Program PPG Transformasi ini.

Kata sambutan dari perwakilan mahasiswa PPG Batch 2 dan Batch 3 disampaikan oleh Agus Sandra Dwi Atmaja, M.Pd., guru dari SD Negeri 3 Watangrejo, Kabupaten Wonogiri. Dalam sambutannya, ia menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada LPTK UIN Raden Mas Said Surakarta atas bimbingan, pendampingan, dan layanan akademik selama proses PPG. Ia juga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya apabila selama mengikuti pendidikan terdapat kekhilafan.

Lebih lanjut, ia menegaskan komitmen para lulusan dengan menyampaikan pernyataan, “Sebagai lulusan PPG Transformasi, kami menyadari bahwa pengukuhan ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari amanah besar sebagai guru profesional. Kami berkomitmen untuk mengimplementasikan ilmu, keterampilan, dan nilai-nilai yang telah kami peroleh selama pendidikan di LPTK UIN Raden Mas Said Surakarta dalam praktik nyata di dunia pendidikan. Kami ingin menjadi guru yang tidak hanya mengajar, tetapi juga mendidik; tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai dan karakter kepada peserta didik.”

Rangkaian acara Yudisium dan Pengukuhan Guru Profesional PPG Transformasi Batch 2 dan Batch 3 ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Maulana Aji, S.Pd guru dari SD Negeri 1 Sonoharjo, Kabupaten Wonogiri. Acara resmi berakhir pada pukul 16.30 WIB dalam suasana penuh syukur dan kebahagiaan.

Puncak HUT ke-80 PGRI dan Hari Guru Nasional 2025 Tingkat Kabupaten Wonogiri Digelar Meriah

Puncak Peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sekaligus Hari Guru Nasional Tahun 2025 tingkat Kabupaten Wonogiri berlangsung khidmat dan meriah pada Sabtu, 27 Desember 2025. Kegiatan tersebut digelar di Gedung PGRI Kabupaten Wonogiri dan dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah daerah serta jajaran organisasi PGRI.

Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Wonogiri Setyo Sukarno beserta istri, Wakil Bupati Wonogiri beserta istri, Ketua PGRI Provinsi Jawa Tengah beserta pengurus, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri, Kepala Kantor Kementerian Agama, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah, serta perwakilan organisasi anak dan lembaga di bawah naungan PGRI.

Acara diawali dengan upacara pembukaan yang berlangsung tertib dan penuh makna. Seluruh hadirin berdiri khidmat menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan Mars PGRI. Suasana semakin semarak dengan persembahan Tari Gambyong yang dibawakan oleh para guru, sebagai simbol dedikasi pendidik dalam melestarikan budaya. Rangkaian pembukaan kemudian dilengkapi dengan pembacaan doa dan sambutan selamat datang serta laporan kegiatan oleh Ketua PGRI Kabupaten Wonogiri. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan piala dan piagam penghargaan kepada para penerima prestasi.

Dalam laporan ketua penyelenggara, Ketua PGRI Provinsi Jawa Tengah, Drs. Mulyatno, M.Pd., menyampaikan bahwa seluruh program yang diamanahkan oleh pengurus provinsi telah dilaksanakan semaksimal mungkin. Ia menjelaskan bahwa melalui kegiatan Porsenijar, PGRI berhasil memperkuat kontingan provinsi Jawa Tengah hingga tingkat nasional. Di tingkat kabupaten, berbagai kegiatan telah dilaksanakan, mulai dari penguatan keorganisasian hingga pemberdayaan Perempuan PGRI dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Wonogiri.

Lebih lanjut disampaikan bahwa seluruh program di tingkat kabupaten juga dilaksanakan secara merata di tingkat cabang dan cabang khusus. Ketua PGRI Provinsi Jawa Tengah juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia, baik di tingkat kabupaten maupun cabang, atas kerja keras dan dedikasi mereka. Ia menegaskan kesiapan PGRI untuk berjuang bersama pemerintah daerah dalam mewujudkan visi Kabupaten Wonogiri yang berdaya saing, maju, sejahtera, dan berkelanjutan.

Sementara itu, Bupati Wonogiri Setyo Sukarno dalam sambutannya menegaskan bahwa peringatan HUT ke-80 PGRI ini menjadi momentum penting untuk menguatkan komitmen seluruh unsur kelembagaan PGRI sebagai wadah profesional guru di Kabupaten Wonogiri. Menurutnya, guru memiliki peran strategis dalam mendidik peserta didik agar tumbuh menjadi generasi penerus yang cerdas dan berkarakter positif.

Bupati juga mengajak para guru untuk ikut memberikan edukasi kepada masyarakat, termasuk dalam menjelaskan perbedaan pembangunan infrastruktur saat ini dibandingkan dua tahun sebelumnya. Ia menekankan bahwa efisiensi anggaran dilakukan dengan tetap mengedepankan transparansi dan akuntabilitas APBD Kabupaten Wonogiri, yang dapat diakses oleh masyarakat melalui berbagai media resmi. Selain itu, bersama Dinas Pendidikan, pemerintah daerah juga melakukan regrouping sekolah, di mana sejumlah aset sekolah yang sudah tidak digunakan dimanfaatkan untuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.

Pada sesi sambutan berikutnya, P. Muchdi, Ketua PGRI Provinsi Jawa Tengah, menyampaikan apresiasi tinggi atas terjalinnya hubungan kerja sama yang harmonis antara Pemerintah Kabupaten Wonogiri dan organisasi PGRI. Ia mengingatkan bahwa usia PGRI yang telah mencapai 80 tahun seusia dengan perjalanan bangsa Indonesia, dan penetapan 25 November sebagai Hari Guru Nasional bukanlah proses yang instan, melainkan hasil perjuangan panjang yang akhirnya ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994.

Ia juga menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada kontingen PGRI Kabupaten Wonogiri yang berhasil mengharumkan nama PGRI Provinsi Jawa Tengah dengan meraih prestasi hingga menjadi juara umum di tingkat nasional. Dalam kesempatan tersebut, Ketua PGRI Provinsi mengajak seluruh hadirin untuk mendoakan para guru dan masyarakat yang terdampak bencana di berbagai daerah, di mana hampir dua ribu guru kehilangan rumah dan membutuhkan uluran tangan dari semua pihak.

Lebih lanjut ditegaskan bahwa cita-cita Indonesia Emas dapat terwujud dengan kunci utama pada guru yang bermutu, berkualitas, sejahtera, dan terlindungi. Ia menekankan pentingnya kejelasan status guru dan menyampaikan bahwa pada tahun ini pemerintah telah menyelesaikan ketidakjelasan status guru melalui pengangkatan ASN PPPK paruh waktu, yang ke depan akan ditingkatkan menjadi penuh waktu sesuai regulasi.

Selain itu, disampaikan pula berbagai isu pendidikan yang telah dan sedang diselesaikan, di antaranya penggunaan ijazah dan gelar yang diperoleh secara sah, kemudahan bagi ASN untuk melanjutkan pendidikan melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), serta reformasi birokrasi melalui mutasi dan redistribusi guru agar lebih dekat dengan tempat tinggal. Termasuk pula penataan regulasi kepala sekolah, baik terkait mekanisme pengangkatan maupun tunjangan.

Peringatan HUT ke-80 PGRI dan Hari Guru Nasional 2025 ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara PGRI dan pemerintah daerah dalam memajukan pendidikan serta meningkatkan kesejahteraan guru di Kabupaten Wonogiri.

”PEREMPUAN PGRI KUAT, GENERASI HEBAT”

Perempuan harus kuat, terdidik, tangguh dan penuh kesabaran. Mewujudkan perempuan yang  tangguh, terdidik dan kuat, bidang Pemberdayaan Perempuan PGRI kabupaten Wonogiri menyelenggarakan Diskusi Panel Pemantapan Peran Perempuan PGRI untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan di Kabupaten Wonogiri.

Kegiatan ini dilaksanakan, Kamis, 18 Desember 2025 di Gedung PGRI Wonogiri diikuti oleh 120 peserta dibuka oleh Ketua TP PKK Kabupaten Wonogiri, Ibu Sri Rahayuningsih Setyo Sukarno, dan dihadiri  Rektor Universitas PGRI Semarang, Sri Suciati, dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri, Sriyanto. Kegiatan ini dikemas dengan apik melalui diskusi panel.

Laporan Kegiatan oleh ketua PGRI Kabupaten Wonogiri, Mulyatno. Kegiatan ini sangat penting dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kualitas perempuan PGRI di Kabupaten Wonogiri. Perempuan PGRI adalah madrasah pertama dan utama di keluarga. Perempuan PGRI harus selalu meningkatkan kualitas diri dan mengembangkan diri sesuai dengan perkembangan zaman saat ini.

Sri Rahayuningsih Setyo Sukarno dalam sambutannya, mengatakan bahwa ”para perempuan PGRI menjadi garda terdepan untuk mencetak generasi penerus bangsa”. ”Perempuan PGRI sebagai ibu adalah jembatan pertama yang mengajarkan membaca kepada anak-anaknya di keluarga. Di akhir sambutannya, diserahkan cindera mata dari PGRI Kabupaten Wonogiri kepada ketua TP PKK Wonogiri, Narasumber diskusi panel Rektor UPGRIS dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wonogiri.

Diskusi panel dengan tajuk Pemantapan Peran Perempuan PGRI dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan PGRI Kabupaten Wonogiri bersama narasumber Rektor UPGRIS Semarang, Sri Suciati dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri, Sriyanto.

Sriyanto, menyampaikan sekolah dan guru sering disalahkan jika terjadi kesalahan pada murid. Sebagai upaya untuk mencegah dan menghindari hal tersebut, mari kita jalin komunikasi, kerja sama, kolaborasi antara orang tua, masyarakat dan sekolah dalam mewujudkan generasi yang kuat dan hebat melalui pendidikan. Perempuan PGRI harus menjadi pelopor dalam meningkatkan kualitas pendidikan khususnya di kabupaten Wonogiri. Di akhir penyampaiannya, Sriyanto mengajak bersama mengurangi penggunaan HP pada anak untuk hal-hal yang tidak bermanfaat, mewujudkan keluarga yang harmonis, perempuan PGRI menjadi teladan diri sendiri, keluarga, dan masyarakat.

Sri Suciati mengapresiasi kegiatan pemantapan perempuan PGRI ini. PGRI Kabupaten Wonogiri adalah pelopor kegiatan ini di Jawa Tengah. Apresiasi juga diberikan kepada peserta yang luar biasa semangat, jarak bukan menjadi halangan. Peran perempuan dalam pengurus PGRI belum ada 30%, maka perlu dimotivasi. Perempuan di dunia politik baru 21,9% berperan sebagai pengurus. Di akhir penyampaiannya Sri Suciati menyampaikan perempuan PGRI harus selalu update teknologi dan informasi, ”bekerjalah dalam diam, biarkan prestasi yang bikin kegaduhan”.

 

Upacara Peringatan HUT ke-80 PGRI dan Hari Guru Nasional 2025

Wonogiri — Pengurus bersama anggota Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Wonogiri menggelar Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 PGRI sekaligus Hari Guru Nasional di halaman Gedung PGRI Wonogiri, pada Selasa pagi 25 November 2025. Kegiatan ini diikuti oleh guru dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, SD, SMP, hingga SMA/SMK se-Kabupaten Wonogiri.

Drs. Mulyatno, M.Pd. selaku Ketua PGRI Kabupaten Wonogiri bertindak sebagai inspektur upacara, dalam amanatnya menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh tenaga pendidik atas dedikasi dan komitmen dalam meningkatkan mutu Pendidikan khusunya di Wonogiri. Beliau menekankan bahwa momentum HUT ke-80 PGRI dan Hari Guru Nasional 2025  guru harus kembali meresapi isi ikrar guru dan menjadi penguat semangat meningkatkan mutu agar mampu menjawab tantangan zaman serta mewujudkan generasi emas Indonesia.

Tema peringatan HUT PGRI tahun ini adalah “Guru Bermutu Indonesia Maju, Bersama PGRI Wujudkan Indonesia Emas”. Melalui tema tersebut, PGRI Wonogiri diharapkan terus berperan sebagai organisasi profesi yang solid, responsif, serta mampu mendukung pengembangan kompetensi guru di era digital.

Upacara berlangsung khidmat dengan ditambahkan kegiatan penyampaian tali asih kepada para karyawan yang mengabdi di gedung PGRI. Pemberian tali asih ini sebagai ucapan terimakasih serta penghargaan atas dedikasi dan pengabdian mereka dalam mengelola serta merawat gedung PGRI Kabupaten Wonogiri. Sejumlah peserta upacara mengaku bangga dapat turut serta dalam momen bersejarah ini. Mereka berharap PGRI dapat terus menjadi wadah perjuangan guru dalam meningkatkan profesionalisme dan kesejahteraan.

Dengan terselenggaranya upacara ini, pengurus PGRI Kabupaten Wonogiri menegaskan komitmen untuk terus bersinergi membangun pendidikan yang berkualitas, berkarakter, dan berdaya saing. Dokumentasi kegiatan upacara dapat diunduh di sini. Tim SLCC

RAIH JUARA 1 NASIONAL, SD NEGERI 2 PURWOSARI WONOGIRI MEWAKILI INDONESIA DALAM TANGIBLE WORLD CUP 2025

Kabar membanggakan datang dari  SD Negeri 2 Purwosari Kabupaten Wonogiri. Tim dari sekolah ini berhasil meraih Juara 1 Nasional dalam Tangible Rangers Competition kategori Sekolah Dasar yang diselenggarakan dalam ajang STEM Fair Universitas Sebelas Maret (UNS) 2025. Ajang tersebut digelar pada 17 September 2025 secara hybrid.

Tim pemenang terdiri tiga siswa berbakat, yaitu Yunavania S.W., Nadhifa K.H., dan Juventine C.R., dengan guru pendamping dari Ibu Putri Zahra. Tim ini sukses menyelesaikan permainan koding Tangible dalam waktu 12 menit 18 detik.

Dengan menggunakan permainan koding Tangible, tim memecahkan tantangan koding yang menarik dan belum pernah ada sebelumnya. Pendekatan unik tanpa perangkat elektronik ini mengajarkan problem-solving dan coding skills menggunakan perangkat fisik, token, dan perangkat seluler.

3 anak dari SD Negeri 2 Purwosari sedang mengikuti ajang Tangible World Cup 2025 secara daring

Tidak berhenti sampai di situ, keberhasilan luar biasa ini juga mengantarkan tim SD Negeri 2 Purwosari untuk menjadi perwakilan Indonesia dalam ajang Tangible World Cup 2025, kompetisi internasional bergengsi yang mempertemukan tim-tim terbaik dari berbagai negara di dunia.

Tampilan Zoom ajang Tangible World Cup 2025

Kepala SD Negeri 2 Purwosari, Amrih Mulat Arif Asriyanto, menyampaikan rasa bangganya atas capaian tersebut. “Kami merasa sangat bersyukur dan bangga atas prestasi yang diraih siswa kami. Ini merupakan hasil kerja keras, semangat belajar, serta dukungan guru dan orang tua. Semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi siswa lainnya untuk terus berinovasi dan berprestasi,” ujarnya.

Beliau juga berharap agar tim SD Negeri 2 Purwosari dapat memberikan hasil terbaik saat mewakili Indonesia di Tangible World Cup 2025, sekaligus menginspirasi siswa lain untuk terus berprestasi dan berinovasi di bidang apapun.

Ajang STEM Fair UNS 2025 sendiri merupakan kegiatan tahunan berskala nasional yang bertujuan menumbuhkan semangat belajar sains dan teknologi sejak dini. Dengan kemenangan ini, SD Negeri 2 Purwosari resmi menorehkan sejarah sebagai salah satu sekolah dasar terbaik dalam bidang inovasi sains.

Inovasi Selam, Maksimalkan Mitra Sekolah Tingkatkan Mutu Pendidikan

 

Mitra sekolah Adalah pihak eksternal, seperti orang tua, masyarakat, lembaga, atau organisasi lain, yang bekerja sama dengan sekolah untuk mencapai tujuan bersama dalam bidang pendidikan. Mitra sekolah membantu sekolah mencapai tujuan bersama dalam pendidikan, pengembangan kompetensi siswa, atau penyebaran praktik baik. Kemitraan ini menciptakan ekosistem pendidikan yang saling mendukung dan melengkapi. Kolaborasi dengan mitra sekolah pada akhirnya bertujuan untuk meningkatkan mutu dan pemerataan pendidikan. SD Negeri 1 Sonoharjo melakukan inovasi bersama mitra sekolah dalam memberikan pengalaman bermakna bagi murid. Inovasi sekolah tersebut bernama Selam yang merupakan akronim dari sekolah alam.

Inovasi Selam yang dilaksanakan oleh SD Negeri 1 Sonoharjo berkolaborasi dengan warga yang ada di sekitar sekolah sebagai mitra. Kondisi alam serta mayoritas warga sekitar berprofesi sebagai petani sekaligus berternak. Kondisi tersebut menjadi latar belakang sekolah mengembangkan inovasi Selam. Tujuan utama inovasi ini adalah mengenalkan kepada murid tentang potensi ekonomi yang ada di alam dan masyarakat di sekitar mereka. Murid diharapkan memahami serta memiliki pengetahuan tentang bagaimana mengelola sumber ekonomi yang ada di sekitar.

Maulana Aji Permana, guru PAIBP selaku penggagas Selam menyampaikan tujuannya melaksanakan inovasi ini, ” saya ingin murid-murid itu megenali kegiatan ekonomi yang ada di sekitarnya, yang mereka lihat setiap hari, kedepan saya berharap mereka tidak kebingungan ketika sudah memasuki masa dewasa untuk mencari nafkah. Syukur-syukur mereka bisa mengembangkan kegiatan ekonomi memanfaatkan alam yang ada di sekitar sehingga tidak perlu merantau mencari kerja di tempat lain”.

Kegiatan inovasi Selam diawali dengan penggalian ide gagasan bersama oleh dewan guru. Ide gagasan yang telah disepakati kemudian disosialisasikan ke wali murid serta komite sekolah untuk bisa dipahami serta menjadi mitra tepat untuk berkolaborasi.

Tahap pelaksanaan bersama murid diawali dengan mengumpulkan data tentang kegiatan ekonomi memanfaatkan alam yang ada di sekitar sekolah melalui media daring (dalam jaringan). Murid menuliskan data tersebut sebagai acuan membuat bahan wawancara ketika mereka melakukan kunjungan ke pelaku ekonomi mitra sekolah yang ada disekitar. Saat berkunjung dan melakukan wawancara, murid menuliskan data fakta yang ada di lokasi.

Murid berinteraksi dengan hewan ternak saat melaksanakan kunjungan ke mitra sekolah.

Tahap akhir kegiatan Inovasi Selam yaitu membandingkan data dari hasil kunjungan dan wawancara dengan data yang diperoleh saat mencari di media daring. Murid menuliskan perbandingan secara kelompok kemudian dikumpulkan dalam bentuk tulisan serta disampaikan secara lisan di depan kelas.

Murid dengan pendampingan guru melaksanakan diskusi membandingkan data yang diperoleh dari media daring dengan fakta yang ada di lapangan.

Kegiatan membandingkan data dari media daring dengan fakta yang ada di lapangan akan menumbuhkan kemampuan bernalar kritis murid. Penalaran Kritis merupakan Kemampuan untuk berpikir logis, analitis, dan reflektif dalam memahami informasi dan memecahkan masalah secara tepat. Penalaran kritis termasuk dalam dimensi profil lulusan yang menjadi bagian dari tujuan maupun visi misi SD Negeri 1 Sonoharjo. Amrih Mulat Arif Asriyanto selaku kepala sekolah serta penanggung jawab inovasi menyampaikan harapannya terkait inovasi Selam. “saya sangat mengapresiasi adanya inovasi selam ini, harapan saya selain memberikan pengalaman bermakna bagi murid, juga memiliki dampak pengiring membantu sekolah dalam mewujudkan visi misi sekolah sesuai dimensi profil lulusan”. Tim_SLCC

PENGUATAN KAPASITAS PENGURUS (PKP) PGRI KABUPATEN DAN CABANG/CABANG KHUSUS KABUPATEN WONOGIRI BERSAMA TIM PKP PGRI PROVINSI JAWA TENGAH

Penguatan Kapasitas Pengurus PGRI Kabupaten dan Cabang/Cabang Khusus Kabupaten Wonogiri Masa Bakti 2024-2029 bertempat di Gedung PGRI Kabupaten Wonogiri, Jl.RM Said No.12A, Joho Lor, Giriwono, Kec. Wonogiri, Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah 57613 pada hari Rabu (30/7/2025).

Penguatan Kapasitas Pengurus PGRI Kabupaten dan Cabang/Cabang Khusus Kabupaten Wonogiri Masa Bakti 2024-2029 dibuka secara langsung oleh Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua PGRI Provinsi Jawa Tengah, Dr. H. Muhdi, S.H., M.Hum beserta Tim PKP PGRI Provinsi Jawa Tengah.

Pra acara Penguatan Kapasitas Pengurus PGRI Kabupaten dan Cabang/Cabang Khusus Kabupaten Wonogiri Masa Bakti 2024-2029 disampaikan Konferensi Cabang dari seluruh kecamatan di Kabupaten Wonogiri sejumlah 25 kecamatan dan 2 cabang khusus (Kemenag dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan). Dilanjutkan dengan pembukaan kegiatan, acara inti dan penutup.

Acara inti kegiatan Penguatan Kapasitas Pengurus PGRI Kabupaten dan Cabang/Cabang Khusus Kabupaten Wonogiri Masa Bakti 2024-2029 diisi oleh Narasumber dari Tim PKP PGRI Provinsi Jawa Tengah, terdiri dari Ketua PGRI Jawa Tengah, Dr. H. Muhdi, S.H., M.Hum menyampaikan Sejarah PGRI dan Tata Kelolanya. Narasumber kedua menyampaikan materi tentang penguatan kapasitas pengurus PGRI. ”Pengurus PGRI harus kompeten dan berintegritas”. Narasumber berikutnya adalah Rektor UPGRIS Semarang, Dr. Sri Suciati, M.Hum menyampaikan bahwa Universitas PGRI bangun dan kejar mimpi untuk membangun dan memajukan organisasi PGRI. ”Waktu tidak bisa kembali, maka inilah saatnya pengurus PGRI semangat untuk maju”.

Acara inti diakhiri tanya jawab antara Narasumber dengan peserta. Kesimpulan disampaikan oleh sekretaris PGRI Provinsi Jawa Tengah, dari kegiatan ini adalah kita semua adalah pemimpin. Siap jadi pemimpin?. Seorang pemimpin harus mempunyai semangat, harus mempunyai kemampuan yang lebih dari yang lain, seorang pemimpin harus mempunyai integritas. Seorang pemimpin harus mempunyai jiwa dan dada yang lapang. (Tim SLCC).

PGRI CABANG WONOGIRI, SUKSES GELAR KONFERCAB

Konferensi PGRI Cabang Wonogiri Masa Bakti XXIII Tahun 2024-2029 diselenggarakan pada Sabtu (19 April 2025), bertempat di Aula SMAN 2 Wonogiri, Jl. Nakula V, Wonokarto Tengah, Wonokarto, Kec. Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Konfercab Wonogiri dihadiri segenap anggota dan pengurus PGRI Cabang Wonogiri sebanyak 100 peserta. Berkenan hadir memantau pelaksanaan konfercab tersebut, Jajaran Pengurus PGRI Kabupaten Wonogiri, antara lain Drs. Mulyatno, M.Pd., Amiko Quinami, M.Pd., Ikhwan Santosa, S.Pd., M.Pd., Alfiah Dian Pratiwi, M.Pd. Turut hadir pula, Drs. Suharno Prihutomo, M.Si., Korwilcam Bidang Pendidikan Kecamatan Wonogiri sekaligus perwakilan dari PGRI Cabang Khusus Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri.

Konfercab dimulai pukul 08.30 WIB berlangsung dengan tertib, aman dan lancar dipandu oleh Endra Wisnu Wardhana K, S.Pd. dan operator Uji Saputro, S.Si.,M.Si.  Diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars PGRI, dengan dirigen Titin Yuliantini, S.Pd dan dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dipandu Tri Widodo, S.Pd.,M.Pd yang berlangsung denga khidmat.

Ari Subiyanto, S.Pd, selaku Ketua PGRI Cabang Wonogiri Masa Bakti XXII menyampaikan sambutan pengantar, mengawali kegiatan konfercab. Beliau mengapresiasi partisipasi dan antusiasme yang tinggi  para anggota PGRI Cabang Wonogiri dalam Konfercab kali ini, dibuktikan dengan banyaknya usulan calon pengurus PGRI sejumlah 71 yang menandakan semangat bersama dalam memajukan PGRI Cabang Wonogiri dan juga jumlah kehadiran peserta yang hampir semua anggota terundang hadir dalam Konfercab.

          Dalam sambutannya, Drs. Mulyatno, M.Pd, Ketua PGRI Kabupaten Wonogiri, menyampaikan apresiasi kepada pengurus PGRI Cabang Wonogiri yang telah melaksanakan Konfercab dengan relatif cepat, urutan ketiga se-Kabupaten Wonogiri. Beliau tak lupa memberikan semangat dan motivasi kepada seluruh peserta untuk selalu menjadi guru yang selalu dinantikan oleh siswa siswinya. Nasihat juga disampaikan oleh Pak Mul sapaan akrab beliau, bahwa “Seorang guru harus menjaga 3 hal yaitu menjaga Lathi (perkataan), Pakarti (budi pekerti) dan juga Ati (hati) agar senantiasa terhindar dari hal yang tidak baik ataupun dosa. Guru sebagai garda terdepan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa harus terus bertransformasi mengikuti perubahan zaman”, tandasnya.

Sambutan yang kedua,  Drs. Suharno Prihutomo, M.Si, Korwilcam Bidang Pendidikan Kecamatan Wonogiri menegaskan tentang etika dan perilaku guru saat ini. “Guru itu  seyogyanya digugu lan ditiru harus bisa menjadi contoh untuk siswa, teman sejawat bahkan masyarakat sekitar, jika perilaku guru saja sudah tidak baik, bagaimana perilaku siswanya kelak?” Beliau juga berpesan agar PGRI sebagai wadah organisasi bagi guru untuk memperhatikan nasib guru, contohnya memperjuangkan agar guru yang mempunyai sertifikat pendidik di sekolah swasta dapat dimasukkan di Dapodik agar bisa mendapatkan tunjangan sertifikasi, selain itu agar PGRI mengawal usulan Anjab bagi guru agar tidak terganjal naik kelas jabatan. Di akhir sambutannya, tak lupa beliau membuka acara Konfercab Wonogiri dan berharap acara berjalan sesuai rencana.
Memasuki acara sidang Pleno I yang dipimpin oleh Aang Prayitno, S.Pd didampingi Sukiyatno, S.Pd., dan Sriyono, M.Pd, laporan panitia pemeriksa mandat, pengesahan jadwal acara dan tata tertib berjalan cepat karena rancangan dari panitia pelaksana Konfercab dapat diterima dan disahkan oleh peserta. Selanjutnya, Sidang Pleno II dengan agenda Laporan Pertanggungjawaban Pengurus PGRI Cabang Wonogiri masa bakti XXII Tahun 2019-2024 disampaikan langsung oleh Ketua  PGRI Cabang Wonogiri, Ari Subiyanto, S.Pd didampingi oleh Petrus Prasih Widiono, S.Pd dan Sukarsih Heny Yanti, S.Pd. Sedangkan Laporan Pemeriksa Keuangan disampaikan oleh Sukiyatno, S.Pd didampingi oleh Sutrisno, S.Pd, M.Pd dengan beberapa catatan tentang keberadaan keuangan PGRI Cabang Wonogiri, beliau berharap di Masa Bakti berikutnya pemanfaatan keuangan PGRI dapat semaksimal mungkin digunakan untuk kegiatan yang menyasar kepada seluruh anggota.

Penyampaian Rencana Program Kerja Pengurus Masa Bakti XXIII tahun 2024-2029 juga disampaikan pada kesempatan ini, secara garis besar Ari Subianto, S.Pd. menyampaikan “Program hampir sama dengan masa bakti sebelumnya, akan tetapi target pada tahun ini harus lebih baik dari sebelumnya, akan mengadakan sosialisasi tentang Kode Etik Guru agar Guru di Kecamatan Wonogiri terhindar dari masalah”. Pandangan Umum atas Laporan Pertanggungjawaban Pengurus PGRI Cabang Wonogiri masa bakti XXII Tahun 2019-2024 berjalan cukup singkat, hanya ada satu pandangan umum dari Adhi Setyo Nugroho, S.Pd, M.Pd., ketua PGRI Ranting Melati. Sidang Pleno III berjalan tidak terlalu lama kemudian dapat disahkan Laporan Pertanggungjawaban Pengurus PGRI Cabang Wonogiri masa bakti XXII Tahun 2019-2024 dan Program Kerja Pengurus PGRI Cabang Wonogiri Masa Bakti XXIII Tahun 2024-2029.

          Sidang Pleno IV, dipimpin oleh Pengurus PGRI Kabupaten Wonogiri, dengan diawali pernyataan demisioner dari Pengurus PGRI Cabang Wonogiri Masa Bakti XXII tahun 2019-2024. Penjelasan teknis tata cara pemilihan, laporan daftar calon pengurus dan pengesahan daftar calon pengurus berjalan singkat. Berdasarkan surat mandat yang masuk yakni 18 ranting dengan jumlah suara 55 sesuai pembagian jumlah suara untuk tiap ranting berdasarkan jumlah anggota tiap ranting. Pemilihan F1 (Ketua) dengan 2 kandidat yaitu ketua periode sebelumnya, Ari Subiyanto, S.Pd. dan Pradipta Ahdha Ardiana, S.Pd., M.Or. yang dimenangkan oleh ketua petahana. Pemilihan F2 berjalan cukup alot, dari 10 calon wakil ketua dan sekretaris didapat suara yang merata yang pada akhirnya didapat 3 nama teratas dalam perolehan suara.

          Setelah acara diskors untuk Ishoma, sekitar pukul 12.30 WIB kegiatan dilanjutkan untuk acara Rapat Paripurna yakni Pelantikan dan Pengumuman Susunan Pengurus PGRI Cabang Wonogiri Masa Bakti XXIII tahun 2024-2029 oleh pengurus PGRI Kabupaten Wonogiri dengan Ketua Ari Subiyanto, S.Pd., Wakil Ketua I Sriyono, M.Pd., Wakil Ketua II Pradipta Ahdha Ardiana, S.Pd., M.Or. dan Sekretaris Aang Prayitno, S.Pd. yang merupakan tim formatur untuk menyusun rancangan pengurus pleno PGRI Cabang Wonogiri, sekaligus Pengucapan Janji Pengurus, tanda tangan Pakta Integritas dan diakhiri dengan Serah Terima Pengurus  PGRI Cabang Wonogiri Masa Bakti XXII ke Pengurus PGRI Cabang Wonogiri Masa Bakti XXIII. “Kepengurusan yang baru diharapkan memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan sebagaimana tema yang diusung “Transformasi PGRI Menuju Indonesia Emas”, ucap Drs. Amiko Quinami sebagai wejangan untuk kepengurusan yang baru. Selamat dan Sukses kepada Pengurus Cabang terpilih.  Hidup Guru! Hidup PGRI! Solidaritas, Yes!

Wujudkan Pendidikan Bermutu PGRI Kabupaten Wonogiri Gelar Pelatihan Best Practice di E-Jurnal Provision

Pada hari selasa 25 Maret 2025 PGRI Kabupaten Wonogiri menggelar Pelatihan Penyusunan Best Practice dengan Pendekatan STAR di E-Jurnal Provision bertempat di gedung PGRI Kabupaten Wonogiri. Kegiatan ini diinisiasi dari Bidang Pengembangan Profesi Karier GTK PGRI Kabupaten Wonogiri di Tim jurnal provision. Peserta kegiatan pelatihan ini sejumlah 200 peserta guru di Lingkungan Kabupaten Wonogiri yang diambil dari semua jenjang dari TK,SD,SMP,SMA, SMK dan SLB. Kegiatan ini dilaksakanan dengan pola in-on-in 32 jam pelajaran. Narasumber Kegiatan ini adalah Yunirawati guru SLB BC YSBPD Wuryantoro yang merupakan juara 1 kelas Literasi Simposium BBGP Provinsi Jawa Tengah dan Tim Jurnal Provision. Kegiatan ini juga dihadiri Kepala Dinas Pendidkkan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri dan Ketua PGRI Kabupaten Wonogiri. Tepat pukul 08.00 WIB pembawa acara Lestari Ning Purwanti membacakan susunan acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan doa yang dipimpin oleh Bowo Riwoyo yang merupakan Tim Jurnal Provision.

Selanjutnya laporan dari ketua panitia Pudi Sri Maryatmo yang juga Ketua Tim Jurnal Provision PGRI kabupaten Wonogiri. Beliau menyampaikan ucapan terima kasih pada seluruh peserta atas kehadirannya dalam rangka mendukung visi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yaitu mewujudkan pendidikan yang bermutu untuk semua dan visi kabupaten Wonogiri yaitu menjadikan wonogiri yang Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan. Acara ini bertujuan untuk melatih keterampilan literasi guru dalam menyusun best practice dan artikel ilmiah yang nantinya akan dimuat di di E-Jurnal Provision PGRI Kabupaten Wonogiri yang beralamat https://ejurnalprovision.pgriwonogiri.or.id/. Dengan adanya tulisan yang ada di website tersebut akan memotivasi guru yang lain untuk menuliskan praktik baiknya sehingga dapat berdampak pada peningkatann mutu dan kualitas murid khususnya di Kabupaten Wonogiri.

Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Mulyatno yang merupakan Ketua PGRI Kabupaten Wonogiri. Beliau menyampikan bahwa kegiatan ini merupakan dukungan PGRI dalam peningkatan kualitas pendidikan. Bahwasanya PGRI merupakan organisasi profesi yang meningkatkan kualitas pendidikan, meningkatkan harkat dan martabat guru, serta berperan aktif dalam mencerdaskan bangsa.Ini dijawab dengan adanya pelatihan best practice yang dilaksanakan kali ini. Dengan adanya kegiatan ini mendorong seluruh guru khususnya di Kabupaten Wonogiri untuk terus berinovasi dalam mengisi tulisiannya di E-Jurnal Provision PGRI Kabupaten Wonogiri.

Selanjutnya sambutan dari Sriyanto Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri. Beliau mengapresiasi atas terlaksananya kegiatan ini, tentunya dengan adanya pelatihan ini mendukung Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupupaten Wonogiri dalam rangka mewujudkan Visi Kabupaten Wonogiri dengan mengembangankan kompetensi guru secara berkelanjutan dalam meningkatkan mutu pendidikan yang berdampak pada kualitas murid.

Selanjutnya launching E-Jurnal Provision yang ditandai dengan penyerahan sampul jurnal kepada Tim Jurnal Provision PGRI dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri dan Ketua PGRI dilajutkan foro bersama dengan peserta kegiatan. Yunirawati guru SLB BC YSBPD Wuryantoro  dann Tri Yustanto guru SMKN 2 Wonogiri melanjutkan dengan mengisi materi penyusunan best practice dan artikel ilmiah yang ketentuannya disesuaikan dengan BBGP Provinsi Jawa Tengah.Para peserta antusias mengikuti kegiatan tersebut,dilanjutkan tanya jawab dengan peserta kegiatan.Diakhir acara panitia Riyatmi dan Sri Hartantiningrum membentuk kelompok yang nantinya akan dibimbing oleh Tim Jurnal Provision untuk menghasilkan produk best practice dan artikel yang akan dimuat di website jurnal Provision. Tepat pukul 12.00 kegiatan diakhiri, selanjutnya peserta melakukan on servis selama 1 bulan dengan bimbingan tim Jurnal Provision PGRI.

Silakan Hubungi Kami