Puncak HUT ke-80 PGRI dan Hari Guru Nasional 2025 Tingkat Kabupaten Wonogiri Digelar Meriah
Puncak Peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sekaligus Hari Guru Nasional Tahun 2025 tingkat Kabupaten Wonogiri berlangsung khidmat dan meriah pada Sabtu, 27 Desember 2025. Kegiatan tersebut digelar di Gedung PGRI Kabupaten Wonogiri dan dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah daerah serta jajaran organisasi PGRI.
Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Wonogiri Setyo Sukarno beserta istri, Wakil Bupati Wonogiri beserta istri, Ketua PGRI Provinsi Jawa Tengah beserta pengurus, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri, Kepala Kantor Kementerian Agama, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah, serta perwakilan organisasi anak dan lembaga di bawah naungan PGRI.
Acara diawali dengan upacara pembukaan yang berlangsung tertib dan penuh makna. Seluruh hadirin berdiri khidmat menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan Mars PGRI. Suasana semakin semarak dengan persembahan Tari Gambyong yang dibawakan oleh para guru, sebagai simbol dedikasi pendidik dalam melestarikan budaya. Rangkaian pembukaan kemudian dilengkapi dengan pembacaan doa dan sambutan selamat datang serta laporan kegiatan oleh Ketua PGRI Kabupaten Wonogiri. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan piala dan piagam penghargaan kepada para penerima prestasi.
Dalam laporan ketua penyelenggara, Ketua PGRI Provinsi Jawa Tengah, Drs. Mulyatno, M.Pd., menyampaikan bahwa seluruh program yang diamanahkan oleh pengurus provinsi telah dilaksanakan semaksimal mungkin. Ia menjelaskan bahwa melalui kegiatan Porsenijar, PGRI berhasil memperkuat kontingan p
rovinsi Jawa Tengah hingga tingkat nasional. Di tingkat kabupaten, berbagai kegiatan telah dilaksanakan, mulai dari penguatan keorganisasian hingga pemberdayaan Perempuan PGRI dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Wonogiri.
Lebih lanjut disampaikan bahwa seluruh program di tingkat kabupaten juga dilaksanakan secara merata di tingkat cabang dan cabang khusus. Ketua PGRI Provinsi Jawa Tengah juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia, baik di tingkat kabupaten maupun cabang, atas kerja keras dan dedikasi mereka. Ia menegaskan kesiapan PGRI untuk berjuang bersama pemerintah daerah dalam mewujudkan visi Kabupaten Wonogiri yang berdaya saing, maju, sejahtera, dan berkelanjutan.
Sementara itu, Bupati Wonogiri Setyo Sukarno dalam sambutannya menegaskan bahwa peringatan HUT ke-80 PGRI ini menjadi momentum penting untuk menguatkan komitmen seluruh unsur kelembagaan PGRI sebagai wadah profesional guru di Kabupaten Wonogiri. Menurutnya, guru memiliki peran strategis dalam mendidik peserta didik agar tumbuh menjadi generasi penerus yang cerdas dan berkarakter positif.
Bupati juga mengajak para guru untuk ikut memberikan edukasi kepada masyarakat, termasuk dalam menjelaskan perbedaan pembangunan infrastruktur saat ini dibandingkan dua tahun sebelumnya. Ia menekankan bahwa efisiensi anggaran dilakukan dengan tetap mengedepankan transparansi dan akuntabilitas APBD Kabupaten Wonogiri, yang dapat diakses oleh masyarakat melalui berbagai media resmi. Selain itu, bersama Dinas Pendidikan, pemerintah daerah juga melakukan regrouping sekolah, di mana sejumlah aset sekolah yang sudah tidak digunakan dimanfaatkan untuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.
Pada sesi sambutan berikutnya, P. Muchdi, Ketua PGRI Provinsi Jawa Tengah, menyampaikan apresiasi tinggi atas terjalinnya hubungan kerja sama yang harmonis antara Pemerintah Kabupaten Wonogiri dan organisasi PGRI. Ia mengingatkan bahwa usia PGRI yang telah mencapai 80 tahun seusia dengan perjalanan bangsa Indonesia, dan penetapan 25 November sebagai Hari Guru Nasional bukanlah proses yang instan, melainkan hasil perjuangan panjang yang akhirnya ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994.
Ia juga menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada kontingen PGRI Kabupaten Wonogiri yang berhasil mengharumkan nama PGRI Provinsi Jawa Tengah dengan meraih prestasi hingga menjadi juara umum di tingkat nasional. Dalam kesempatan tersebut, Ketua PGRI Provinsi mengajak seluruh hadirin untuk mendoakan
para guru dan masyarakat yang terdampak bencana di berbagai daerah, di mana hampir dua ribu guru kehilangan rumah dan membutuhkan uluran tangan dari semua pihak.
Lebih lanjut ditegaskan bahwa cita-cita Indonesia Emas dapat terwujud dengan kunci utama pada guru yang bermutu, berkualitas, sejahtera, dan terlindungi. Ia menekankan pentingnya kejelasan status guru dan menyampaikan bahwa pada tahun ini pemerintah telah menyelesaikan ketidakjelasan status guru melalui pengangkatan ASN PPPK paruh waktu, yang ke depan akan ditingkatkan menjadi penuh waktu sesuai regulasi.
Selain itu, disampaikan pula berbagai isu pendidikan yang telah dan sedang diselesaikan, di antaranya penggunaan ijazah dan gelar yang diperoleh secara sah, kemudahan bagi ASN untuk melanjutkan pendidikan melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), serta reformasi birokrasi melalui mutasi dan redistribusi guru agar lebih dekat dengan tempat tinggal. Termasuk pula penataan regulasi kepala sekolah, baik terkait mekanisme pengangkatan maupun tunjangan.
Peringatan HUT ke-80 PGRI dan Hari Guru Nasional 2025 ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara PGRI dan pemerintah daerah dalam memajukan pendidikan serta meningkatkan kesejahteraan guru di Kabupaten Wonogiri.



