Search for:
”MERAIH KEBAHAGIAAN HAKIKI”, HALALBIHALAL KELUARGA BESAR PGRI SOLORAYA JAWA TENGAH TAHUN 1447 H/2026 M

Bertempat di Gedung PGRI Wonogiri berlokasi di Jalan RM Said No.12A, Joho Lor, Giriwono, kecamatan Wonogiri, kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah 57613, hari ini Kamis, 2 April 2026 diselenggarakan kegiatan Halalbihalal keluarga besar PGRI Soloraya Jawa Tengah Tahun 1447 H/2026 M yang dihadiri oleh sekitar 450 peserta Soloraya.

Berkesempatan hadir pada kegiatan ini Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno beserta Ibu Sri Rahayuningsih didampingi Wakil Bupati, Imron Rizkyarno beserta jajarannya, Pengurus PGRI Jawa Tengah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri, Sriyanto beserta jajarannya, serta Seluruh pengurus PGRI Soloraya.

Laporan kegiatan Halalbihalal disampaikan oleh Ketua PGRI Kabupaten Wonogiri, Mulyatno. Tema Halalbihalal tahun 1447 H/2026 M ini adalah ”Membangun Kebersamaan, Meraih Kebahagiaan Hakiki”. Harapannya dengan tema ini tetap terjalin solidaritas, komunikasi seluruh anggota PGRI di Soloraya.  Ikrar Halalbihalal disampaikan oleh Ketua PGRI Korwil Soloraya, Wahyono, ikrar untuk saling memaafkan, mendoakan agar tetap terjalin silaturahmi, koordinasi yang baik, semoga amal ibadah kita diterima Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa.

Kesempatan yang berbahagia ini, juga dilaksanakan penyerahan bantuan kepada korban bencana puting beliung wilayah Soloraya yang diterima oleh 2 pengurus perwakilan PGRI Soloraya. Bantuan ini adalah wujud kepedulian, rasa tenggang rasa dan kasih sayang terhadap masyarakat yang sedang dilanda bencana.

Sambutan Halalbihalal disampaikan oleh Ketua PGRI Jawa Tengah yang diwakili oleh Rektor Universitas PGRI Jawa Tengah, Sri Suciati. Intisari sambutan Beliau adalah kegiatan Halalbihalal ini kegiatan yang mulia dan positif untuk tetap menjalin silaturahmi antara Pengurus PGRI Soloraya dengan pemerintah daerah. Sumber daya manusia tidak bisa dipikul hanya oleh guru. Dukungan luar biasa dari Pemerintah pada bidang pendidikan yang hebat menentukan generasi pada masa deapan. ”Mari seluruh pengurus PGRI Soloraya menjadi motor penggerak dengan tetap menjunjung tinggi budi pekerti yang luhur”, ajakan Sri Suciati mengakhiri sambutannya.

Sambutan Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno pada Halalbihalal ini adalah  menjadi sarana terbaik untuk tetap menjalin dan memperkuat silaturahmi, dan bertukar informasi khususnya bidang pendidikan di Soloraya. Bupati Wonogiri juga berkomitemen melalui visi Wonogiri untuk berdaya saing, dan pembangunan berkelanjutan mewujudkan Wonogiri yang Maju, Mandiri dan Sejahtera.  Wonogiri juga berkomitmen menyelenggarakan pendidikan dasar gratis dengan seragam gratis dan memberikan beasiswa kepada mahasiswa berprestasi.

Hikmah Halalbihalal hari ini disampaikan oleh Seno Hadi Sumitro. Garis besar hikmah halalbihalal bahwa kebersamaan itu sangat mahal. Jika mencari kebahagiaan hakiki di dunia ini adalah sulit, tanpa adanya kebersamaan. Mari dengan halalbihalal tahun ini kita bersihkan, luruskan hati dalam rangka silaturahmi dan kebersamaan.

Semoga dengan semangat halalbihalal tahun 1447 H/2026 M ini semua amal ibadah anggota PGRI, pengurus PGRI Soloraya dan pemerintah daerah di Soloraya diterima Allah SWT, dipertemukan dengan ramadhan, Idul Fitri tahun 2027. Wonogiri, SUKSES!!!.

 

UIN Raden Mas Said Surakarta Gelar Yudisium dan Pengukuhan Guru Profesional Batch 2 dan 3 Tahun 2025

Surakarta — Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta menyelenggarakan kegiatan Yudisium dan Pengukuhan Guru Profesional Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Transformasi Batch 2 dan Batch 3 pada Selasa, 30 Desember 2025, pukul 12.30 WIB. Kegiatan ini bertempat di Ballroom Puri Swastamita Lantai 2 Hotel Azhima Resort & Convention, Jalan Embarkasi H No. 24, Ngemplak, Gagaksipat, Boyolali.

Acara tersebut dihadiri sekitar 200 undangan yang berasal dari empat kabupaten, yaitu Surakarta, Sukoharjo, Klaten, dan Wonogiri. Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan lancar hingga selesai pada pukul 16.30 WIB.

Dalam laporannya, Dekan LPTK UIN Raden Mas Said Surakarta, Prof. Dr. Fauzi Muharom, M.Ag, menyampaikan bahwa Program PPG Transformasi ini diikuti oleh 2.976 mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia. Tingkat kelulusan peserta PPG hampir mencapai 100 persen, yang menunjukkan keberhasilan pelaksanaan program serta kesungguhan peserta dalam mengikuti seluruh tahapan pendidikan profesi guru.

Lebih lanjut disampaikan bahwa metode pelaksanaan Yudisium dan Pengukuhan Guru Profesional tahun ini menggunakan sistem yudisium hybrid, yakni mengombinasikan pelaksanaan secara daring (online) dan luring (offline). Metode ini diterapkan sebagai bentuk adaptasi terhadap perkembangan teknologi serta untuk memberikan kemudahan akses bagi peserta dari berbagai wilayah.

Acara dilanjutkan dengan pembacaan petikan keputusan Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta tentang penetepan peserta yang dinyatakan lulus melalui uji kompetensi pendidikan profesi guru dalam jabatan batch 2 dan 3 oleh Dr. Hakiman, S.Pd.I., M.Pd.  selaku ketua jurusan Fakultas Ilmu Tarbiyah. Dilanjutkan dengan pembacaan Ikrar Guru Profesional  oleh Inggit Pangesti Anugrahing Ratri  salah satu perwakilan peserta dari Kabupaten Sukoharjo.

Sementara itu, dalam sambutan dan motivasinya, Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta, Prof. Dr. H. Toto Suharto, menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada seluruh peserta pengukuhan Guru Profesional yang berjumlah 2.976 orang dan berasal dari seluruh Indonesia. Rektor berpesan agar para guru terus meningkatkan kualitas diri dengan menjadi pembelajar sepanjang hayat, tanpa memandang usia.

Beliau juga menegaskan bahwa bertambahnya gelar akademik harus diiringi dengan bertambahnya ilmu pengetahuan dan kualitas kepribadian. Selain itu, para guru diingatkan untuk selalu menjunjung tinggi tata krama, sopan santun, dan etika profesi, serta menjauhi berbagai bentuk kriminalitas, seperti judi online, narkoba, dan pelanggaran hukum lainnya. Pada kesempatan tersebut, Rektor juga mengajak seluruh lulusan untuk berterima kasih kepada negara dan Kementerian Agama yang telah memfasilitasi terselenggaranya Program PPG Transformasi ini.

Kata sambutan dari perwakilan mahasiswa PPG Batch 2 dan Batch 3 disampaikan oleh Agus Sandra Dwi Atmaja, M.Pd., guru dari SD Negeri 3 Watangrejo, Kabupaten Wonogiri. Dalam sambutannya, ia menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada LPTK UIN Raden Mas Said Surakarta atas bimbingan, pendampingan, dan layanan akademik selama proses PPG. Ia juga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya apabila selama mengikuti pendidikan terdapat kekhilafan.

Lebih lanjut, ia menegaskan komitmen para lulusan dengan menyampaikan pernyataan, “Sebagai lulusan PPG Transformasi, kami menyadari bahwa pengukuhan ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari amanah besar sebagai guru profesional. Kami berkomitmen untuk mengimplementasikan ilmu, keterampilan, dan nilai-nilai yang telah kami peroleh selama pendidikan di LPTK UIN Raden Mas Said Surakarta dalam praktik nyata di dunia pendidikan. Kami ingin menjadi guru yang tidak hanya mengajar, tetapi juga mendidik; tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai dan karakter kepada peserta didik.”

Rangkaian acara Yudisium dan Pengukuhan Guru Profesional PPG Transformasi Batch 2 dan Batch 3 ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Maulana Aji, S.Pd guru dari SD Negeri 1 Sonoharjo, Kabupaten Wonogiri. Acara resmi berakhir pada pukul 16.30 WIB dalam suasana penuh syukur dan kebahagiaan.

Puncak HUT ke-80 PGRI dan Hari Guru Nasional 2025 Tingkat Kabupaten Wonogiri Digelar Meriah

Puncak Peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sekaligus Hari Guru Nasional Tahun 2025 tingkat Kabupaten Wonogiri berlangsung khidmat dan meriah pada Sabtu, 27 Desember 2025. Kegiatan tersebut digelar di Gedung PGRI Kabupaten Wonogiri dan dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah daerah serta jajaran organisasi PGRI.

Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Wonogiri Setyo Sukarno beserta istri, Wakil Bupati Wonogiri beserta istri, Ketua PGRI Provinsi Jawa Tengah beserta pengurus, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri, Kepala Kantor Kementerian Agama, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah, serta perwakilan organisasi anak dan lembaga di bawah naungan PGRI.

Acara diawali dengan upacara pembukaan yang berlangsung tertib dan penuh makna. Seluruh hadirin berdiri khidmat menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan Mars PGRI. Suasana semakin semarak dengan persembahan Tari Gambyong yang dibawakan oleh para guru, sebagai simbol dedikasi pendidik dalam melestarikan budaya. Rangkaian pembukaan kemudian dilengkapi dengan pembacaan doa dan sambutan selamat datang serta laporan kegiatan oleh Ketua PGRI Kabupaten Wonogiri. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan piala dan piagam penghargaan kepada para penerima prestasi.

Dalam laporan ketua penyelenggara, Ketua PGRI Provinsi Jawa Tengah, Drs. Mulyatno, M.Pd., menyampaikan bahwa seluruh program yang diamanahkan oleh pengurus provinsi telah dilaksanakan semaksimal mungkin. Ia menjelaskan bahwa melalui kegiatan Porsenijar, PGRI berhasil memperkuat kontingan provinsi Jawa Tengah hingga tingkat nasional. Di tingkat kabupaten, berbagai kegiatan telah dilaksanakan, mulai dari penguatan keorganisasian hingga pemberdayaan Perempuan PGRI dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Wonogiri.

Lebih lanjut disampaikan bahwa seluruh program di tingkat kabupaten juga dilaksanakan secara merata di tingkat cabang dan cabang khusus. Ketua PGRI Provinsi Jawa Tengah juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia, baik di tingkat kabupaten maupun cabang, atas kerja keras dan dedikasi mereka. Ia menegaskan kesiapan PGRI untuk berjuang bersama pemerintah daerah dalam mewujudkan visi Kabupaten Wonogiri yang berdaya saing, maju, sejahtera, dan berkelanjutan.

Sementara itu, Bupati Wonogiri Setyo Sukarno dalam sambutannya menegaskan bahwa peringatan HUT ke-80 PGRI ini menjadi momentum penting untuk menguatkan komitmen seluruh unsur kelembagaan PGRI sebagai wadah profesional guru di Kabupaten Wonogiri. Menurutnya, guru memiliki peran strategis dalam mendidik peserta didik agar tumbuh menjadi generasi penerus yang cerdas dan berkarakter positif.

Bupati juga mengajak para guru untuk ikut memberikan edukasi kepada masyarakat, termasuk dalam menjelaskan perbedaan pembangunan infrastruktur saat ini dibandingkan dua tahun sebelumnya. Ia menekankan bahwa efisiensi anggaran dilakukan dengan tetap mengedepankan transparansi dan akuntabilitas APBD Kabupaten Wonogiri, yang dapat diakses oleh masyarakat melalui berbagai media resmi. Selain itu, bersama Dinas Pendidikan, pemerintah daerah juga melakukan regrouping sekolah, di mana sejumlah aset sekolah yang sudah tidak digunakan dimanfaatkan untuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.

Pada sesi sambutan berikutnya, P. Muchdi, Ketua PGRI Provinsi Jawa Tengah, menyampaikan apresiasi tinggi atas terjalinnya hubungan kerja sama yang harmonis antara Pemerintah Kabupaten Wonogiri dan organisasi PGRI. Ia mengingatkan bahwa usia PGRI yang telah mencapai 80 tahun seusia dengan perjalanan bangsa Indonesia, dan penetapan 25 November sebagai Hari Guru Nasional bukanlah proses yang instan, melainkan hasil perjuangan panjang yang akhirnya ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994.

Ia juga menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada kontingen PGRI Kabupaten Wonogiri yang berhasil mengharumkan nama PGRI Provinsi Jawa Tengah dengan meraih prestasi hingga menjadi juara umum di tingkat nasional. Dalam kesempatan tersebut, Ketua PGRI Provinsi mengajak seluruh hadirin untuk mendoakan para guru dan masyarakat yang terdampak bencana di berbagai daerah, di mana hampir dua ribu guru kehilangan rumah dan membutuhkan uluran tangan dari semua pihak.

Lebih lanjut ditegaskan bahwa cita-cita Indonesia Emas dapat terwujud dengan kunci utama pada guru yang bermutu, berkualitas, sejahtera, dan terlindungi. Ia menekankan pentingnya kejelasan status guru dan menyampaikan bahwa pada tahun ini pemerintah telah menyelesaikan ketidakjelasan status guru melalui pengangkatan ASN PPPK paruh waktu, yang ke depan akan ditingkatkan menjadi penuh waktu sesuai regulasi.

Selain itu, disampaikan pula berbagai isu pendidikan yang telah dan sedang diselesaikan, di antaranya penggunaan ijazah dan gelar yang diperoleh secara sah, kemudahan bagi ASN untuk melanjutkan pendidikan melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), serta reformasi birokrasi melalui mutasi dan redistribusi guru agar lebih dekat dengan tempat tinggal. Termasuk pula penataan regulasi kepala sekolah, baik terkait mekanisme pengangkatan maupun tunjangan.

Peringatan HUT ke-80 PGRI dan Hari Guru Nasional 2025 ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara PGRI dan pemerintah daerah dalam memajukan pendidikan serta meningkatkan kesejahteraan guru di Kabupaten Wonogiri.

”PEREMPUAN PGRI KUAT, GENERASI HEBAT”

Perempuan harus kuat, terdidik, tangguh dan penuh kesabaran. Mewujudkan perempuan yang  tangguh, terdidik dan kuat, bidang Pemberdayaan Perempuan PGRI kabupaten Wonogiri menyelenggarakan Diskusi Panel Pemantapan Peran Perempuan PGRI untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan di Kabupaten Wonogiri.

Kegiatan ini dilaksanakan, Kamis, 18 Desember 2025 di Gedung PGRI Wonogiri diikuti oleh 120 peserta dibuka oleh Ketua TP PKK Kabupaten Wonogiri, Ibu Sri Rahayuningsih Setyo Sukarno, dan dihadiri  Rektor Universitas PGRI Semarang, Sri Suciati, dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri, Sriyanto. Kegiatan ini dikemas dengan apik melalui diskusi panel.

Laporan Kegiatan oleh ketua PGRI Kabupaten Wonogiri, Mulyatno. Kegiatan ini sangat penting dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kualitas perempuan PGRI di Kabupaten Wonogiri. Perempuan PGRI adalah madrasah pertama dan utama di keluarga. Perempuan PGRI harus selalu meningkatkan kualitas diri dan mengembangkan diri sesuai dengan perkembangan zaman saat ini.

Sri Rahayuningsih Setyo Sukarno dalam sambutannya, mengatakan bahwa ”para perempuan PGRI menjadi garda terdepan untuk mencetak generasi penerus bangsa”. ”Perempuan PGRI sebagai ibu adalah jembatan pertama yang mengajarkan membaca kepada anak-anaknya di keluarga. Di akhir sambutannya, diserahkan cindera mata dari PGRI Kabupaten Wonogiri kepada ketua TP PKK Wonogiri, Narasumber diskusi panel Rektor UPGRIS dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wonogiri.

Diskusi panel dengan tajuk Pemantapan Peran Perempuan PGRI dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan PGRI Kabupaten Wonogiri bersama narasumber Rektor UPGRIS Semarang, Sri Suciati dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri, Sriyanto.

Sriyanto, menyampaikan sekolah dan guru sering disalahkan jika terjadi kesalahan pada murid. Sebagai upaya untuk mencegah dan menghindari hal tersebut, mari kita jalin komunikasi, kerja sama, kolaborasi antara orang tua, masyarakat dan sekolah dalam mewujudkan generasi yang kuat dan hebat melalui pendidikan. Perempuan PGRI harus menjadi pelopor dalam meningkatkan kualitas pendidikan khususnya di kabupaten Wonogiri. Di akhir penyampaiannya, Sriyanto mengajak bersama mengurangi penggunaan HP pada anak untuk hal-hal yang tidak bermanfaat, mewujudkan keluarga yang harmonis, perempuan PGRI menjadi teladan diri sendiri, keluarga, dan masyarakat.

Sri Suciati mengapresiasi kegiatan pemantapan perempuan PGRI ini. PGRI Kabupaten Wonogiri adalah pelopor kegiatan ini di Jawa Tengah. Apresiasi juga diberikan kepada peserta yang luar biasa semangat, jarak bukan menjadi halangan. Peran perempuan dalam pengurus PGRI belum ada 30%, maka perlu dimotivasi. Perempuan di dunia politik baru 21,9% berperan sebagai pengurus. Di akhir penyampaiannya Sri Suciati menyampaikan perempuan PGRI harus selalu update teknologi dan informasi, ”bekerjalah dalam diam, biarkan prestasi yang bikin kegaduhan”.

 

Upacara Peringatan HUT ke-80 PGRI dan Hari Guru Nasional 2025

Wonogiri — Pengurus bersama anggota Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Wonogiri menggelar Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 PGRI sekaligus Hari Guru Nasional di halaman Gedung PGRI Wonogiri, pada Selasa pagi 25 November 2025. Kegiatan ini diikuti oleh guru dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, SD, SMP, hingga SMA/SMK se-Kabupaten Wonogiri.

Drs. Mulyatno, M.Pd. selaku Ketua PGRI Kabupaten Wonogiri bertindak sebagai inspektur upacara, dalam amanatnya menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh tenaga pendidik atas dedikasi dan komitmen dalam meningkatkan mutu Pendidikan khusunya di Wonogiri. Beliau menekankan bahwa momentum HUT ke-80 PGRI dan Hari Guru Nasional 2025  guru harus kembali meresapi isi ikrar guru dan menjadi penguat semangat meningkatkan mutu agar mampu menjawab tantangan zaman serta mewujudkan generasi emas Indonesia.

Tema peringatan HUT PGRI tahun ini adalah “Guru Bermutu Indonesia Maju, Bersama PGRI Wujudkan Indonesia Emas”. Melalui tema tersebut, PGRI Wonogiri diharapkan terus berperan sebagai organisasi profesi yang solid, responsif, serta mampu mendukung pengembangan kompetensi guru di era digital.

Upacara berlangsung khidmat dengan ditambahkan kegiatan penyampaian tali asih kepada para karyawan yang mengabdi di gedung PGRI. Pemberian tali asih ini sebagai ucapan terimakasih serta penghargaan atas dedikasi dan pengabdian mereka dalam mengelola serta merawat gedung PGRI Kabupaten Wonogiri. Sejumlah peserta upacara mengaku bangga dapat turut serta dalam momen bersejarah ini. Mereka berharap PGRI dapat terus menjadi wadah perjuangan guru dalam meningkatkan profesionalisme dan kesejahteraan.

Dengan terselenggaranya upacara ini, pengurus PGRI Kabupaten Wonogiri menegaskan komitmen untuk terus bersinergi membangun pendidikan yang berkualitas, berkarakter, dan berdaya saing. Dokumentasi kegiatan upacara dapat diunduh di sini. Tim SLCC

RAIH JUARA 1 NASIONAL, SD NEGERI 2 PURWOSARI WONOGIRI MEWAKILI INDONESIA DALAM TANGIBLE WORLD CUP 2025

Kabar membanggakan datang dari  SD Negeri 2 Purwosari Kabupaten Wonogiri. Tim dari sekolah ini berhasil meraih Juara 1 Nasional dalam Tangible Rangers Competition kategori Sekolah Dasar yang diselenggarakan dalam ajang STEM Fair Universitas Sebelas Maret (UNS) 2025. Ajang tersebut digelar pada 17 September 2025 secara hybrid.

Tim pemenang terdiri tiga siswa berbakat, yaitu Yunavania S.W., Nadhifa K.H., dan Juventine C.R., dengan guru pendamping dari Ibu Putri Zahra. Tim ini sukses menyelesaikan permainan koding Tangible dalam waktu 12 menit 18 detik.

Dengan menggunakan permainan koding Tangible, tim memecahkan tantangan koding yang menarik dan belum pernah ada sebelumnya. Pendekatan unik tanpa perangkat elektronik ini mengajarkan problem-solving dan coding skills menggunakan perangkat fisik, token, dan perangkat seluler.

3 anak dari SD Negeri 2 Purwosari sedang mengikuti ajang Tangible World Cup 2025 secara daring

Tidak berhenti sampai di situ, keberhasilan luar biasa ini juga mengantarkan tim SD Negeri 2 Purwosari untuk menjadi perwakilan Indonesia dalam ajang Tangible World Cup 2025, kompetisi internasional bergengsi yang mempertemukan tim-tim terbaik dari berbagai negara di dunia.

Tampilan Zoom ajang Tangible World Cup 2025

Kepala SD Negeri 2 Purwosari, Amrih Mulat Arif Asriyanto, menyampaikan rasa bangganya atas capaian tersebut. “Kami merasa sangat bersyukur dan bangga atas prestasi yang diraih siswa kami. Ini merupakan hasil kerja keras, semangat belajar, serta dukungan guru dan orang tua. Semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi siswa lainnya untuk terus berinovasi dan berprestasi,” ujarnya.

Beliau juga berharap agar tim SD Negeri 2 Purwosari dapat memberikan hasil terbaik saat mewakili Indonesia di Tangible World Cup 2025, sekaligus menginspirasi siswa lain untuk terus berprestasi dan berinovasi di bidang apapun.

Ajang STEM Fair UNS 2025 sendiri merupakan kegiatan tahunan berskala nasional yang bertujuan menumbuhkan semangat belajar sains dan teknologi sejak dini. Dengan kemenangan ini, SD Negeri 2 Purwosari resmi menorehkan sejarah sebagai salah satu sekolah dasar terbaik dalam bidang inovasi sains.

Inovasi Selam, Maksimalkan Mitra Sekolah Tingkatkan Mutu Pendidikan

 

Mitra sekolah Adalah pihak eksternal, seperti orang tua, masyarakat, lembaga, atau organisasi lain, yang bekerja sama dengan sekolah untuk mencapai tujuan bersama dalam bidang pendidikan. Mitra sekolah membantu sekolah mencapai tujuan bersama dalam pendidikan, pengembangan kompetensi siswa, atau penyebaran praktik baik. Kemitraan ini menciptakan ekosistem pendidikan yang saling mendukung dan melengkapi. Kolaborasi dengan mitra sekolah pada akhirnya bertujuan untuk meningkatkan mutu dan pemerataan pendidikan. SD Negeri 1 Sonoharjo melakukan inovasi bersama mitra sekolah dalam memberikan pengalaman bermakna bagi murid. Inovasi sekolah tersebut bernama Selam yang merupakan akronim dari sekolah alam.

Inovasi Selam yang dilaksanakan oleh SD Negeri 1 Sonoharjo berkolaborasi dengan warga yang ada di sekitar sekolah sebagai mitra. Kondisi alam serta mayoritas warga sekitar berprofesi sebagai petani sekaligus berternak. Kondisi tersebut menjadi latar belakang sekolah mengembangkan inovasi Selam. Tujuan utama inovasi ini adalah mengenalkan kepada murid tentang potensi ekonomi yang ada di alam dan masyarakat di sekitar mereka. Murid diharapkan memahami serta memiliki pengetahuan tentang bagaimana mengelola sumber ekonomi yang ada di sekitar.

Maulana Aji Permana, guru PAIBP selaku penggagas Selam menyampaikan tujuannya melaksanakan inovasi ini, ” saya ingin murid-murid itu megenali kegiatan ekonomi yang ada di sekitarnya, yang mereka lihat setiap hari, kedepan saya berharap mereka tidak kebingungan ketika sudah memasuki masa dewasa untuk mencari nafkah. Syukur-syukur mereka bisa mengembangkan kegiatan ekonomi memanfaatkan alam yang ada di sekitar sehingga tidak perlu merantau mencari kerja di tempat lain”.

Kegiatan inovasi Selam diawali dengan penggalian ide gagasan bersama oleh dewan guru. Ide gagasan yang telah disepakati kemudian disosialisasikan ke wali murid serta komite sekolah untuk bisa dipahami serta menjadi mitra tepat untuk berkolaborasi.

Tahap pelaksanaan bersama murid diawali dengan mengumpulkan data tentang kegiatan ekonomi memanfaatkan alam yang ada di sekitar sekolah melalui media daring (dalam jaringan). Murid menuliskan data tersebut sebagai acuan membuat bahan wawancara ketika mereka melakukan kunjungan ke pelaku ekonomi mitra sekolah yang ada disekitar. Saat berkunjung dan melakukan wawancara, murid menuliskan data fakta yang ada di lokasi.

Murid berinteraksi dengan hewan ternak saat melaksanakan kunjungan ke mitra sekolah.

Tahap akhir kegiatan Inovasi Selam yaitu membandingkan data dari hasil kunjungan dan wawancara dengan data yang diperoleh saat mencari di media daring. Murid menuliskan perbandingan secara kelompok kemudian dikumpulkan dalam bentuk tulisan serta disampaikan secara lisan di depan kelas.

Murid dengan pendampingan guru melaksanakan diskusi membandingkan data yang diperoleh dari media daring dengan fakta yang ada di lapangan.

Kegiatan membandingkan data dari media daring dengan fakta yang ada di lapangan akan menumbuhkan kemampuan bernalar kritis murid. Penalaran Kritis merupakan Kemampuan untuk berpikir logis, analitis, dan reflektif dalam memahami informasi dan memecahkan masalah secara tepat. Penalaran kritis termasuk dalam dimensi profil lulusan yang menjadi bagian dari tujuan maupun visi misi SD Negeri 1 Sonoharjo. Amrih Mulat Arif Asriyanto selaku kepala sekolah serta penanggung jawab inovasi menyampaikan harapannya terkait inovasi Selam. “saya sangat mengapresiasi adanya inovasi selam ini, harapan saya selain memberikan pengalaman bermakna bagi murid, juga memiliki dampak pengiring membantu sekolah dalam mewujudkan visi misi sekolah sesuai dimensi profil lulusan”. Tim_SLCC

PENGUATAN KAPASITAS PENGURUS (PKP) PGRI KABUPATEN DAN CABANG/CABANG KHUSUS KABUPATEN WONOGIRI BERSAMA TIM PKP PGRI PROVINSI JAWA TENGAH

Penguatan Kapasitas Pengurus PGRI Kabupaten dan Cabang/Cabang Khusus Kabupaten Wonogiri Masa Bakti 2024-2029 bertempat di Gedung PGRI Kabupaten Wonogiri, Jl.RM Said No.12A, Joho Lor, Giriwono, Kec. Wonogiri, Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah 57613 pada hari Rabu (30/7/2025).

Penguatan Kapasitas Pengurus PGRI Kabupaten dan Cabang/Cabang Khusus Kabupaten Wonogiri Masa Bakti 2024-2029 dibuka secara langsung oleh Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua PGRI Provinsi Jawa Tengah, Dr. H. Muhdi, S.H., M.Hum beserta Tim PKP PGRI Provinsi Jawa Tengah.

Pra acara Penguatan Kapasitas Pengurus PGRI Kabupaten dan Cabang/Cabang Khusus Kabupaten Wonogiri Masa Bakti 2024-2029 disampaikan Konferensi Cabang dari seluruh kecamatan di Kabupaten Wonogiri sejumlah 25 kecamatan dan 2 cabang khusus (Kemenag dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan). Dilanjutkan dengan pembukaan kegiatan, acara inti dan penutup.

Acara inti kegiatan Penguatan Kapasitas Pengurus PGRI Kabupaten dan Cabang/Cabang Khusus Kabupaten Wonogiri Masa Bakti 2024-2029 diisi oleh Narasumber dari Tim PKP PGRI Provinsi Jawa Tengah, terdiri dari Ketua PGRI Jawa Tengah, Dr. H. Muhdi, S.H., M.Hum menyampaikan Sejarah PGRI dan Tata Kelolanya. Narasumber kedua menyampaikan materi tentang penguatan kapasitas pengurus PGRI. ”Pengurus PGRI harus kompeten dan berintegritas”. Narasumber berikutnya adalah Rektor UPGRIS Semarang, Dr. Sri Suciati, M.Hum menyampaikan bahwa Universitas PGRI bangun dan kejar mimpi untuk membangun dan memajukan organisasi PGRI. ”Waktu tidak bisa kembali, maka inilah saatnya pengurus PGRI semangat untuk maju”.

Acara inti diakhiri tanya jawab antara Narasumber dengan peserta. Kesimpulan disampaikan oleh sekretaris PGRI Provinsi Jawa Tengah, dari kegiatan ini adalah kita semua adalah pemimpin. Siap jadi pemimpin?. Seorang pemimpin harus mempunyai semangat, harus mempunyai kemampuan yang lebih dari yang lain, seorang pemimpin harus mempunyai integritas. Seorang pemimpin harus mempunyai jiwa dan dada yang lapang. (Tim SLCC).

Wujudkan Pendidikan Bermutu PGRI Kabupaten Wonogiri Gelar Pelatihan Best Practice di E-Jurnal Provision

Pada hari selasa 25 Maret 2025 PGRI Kabupaten Wonogiri menggelar Pelatihan Penyusunan Best Practice dengan Pendekatan STAR di E-Jurnal Provision bertempat di gedung PGRI Kabupaten Wonogiri. Kegiatan ini diinisiasi dari Bidang Pengembangan Profesi Karier GTK PGRI Kabupaten Wonogiri di Tim jurnal provision. Peserta kegiatan pelatihan ini sejumlah 200 peserta guru di Lingkungan Kabupaten Wonogiri yang diambil dari semua jenjang dari TK,SD,SMP,SMA, SMK dan SLB. Kegiatan ini dilaksakanan dengan pola in-on-in 32 jam pelajaran. Narasumber Kegiatan ini adalah Yunirawati guru SLB BC YSBPD Wuryantoro yang merupakan juara 1 kelas Literasi Simposium BBGP Provinsi Jawa Tengah dan Tim Jurnal Provision. Kegiatan ini juga dihadiri Kepala Dinas Pendidkkan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri dan Ketua PGRI Kabupaten Wonogiri. Tepat pukul 08.00 WIB pembawa acara Lestari Ning Purwanti membacakan susunan acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan doa yang dipimpin oleh Bowo Riwoyo yang merupakan Tim Jurnal Provision.

Selanjutnya laporan dari ketua panitia Pudi Sri Maryatmo yang juga Ketua Tim Jurnal Provision PGRI kabupaten Wonogiri. Beliau menyampaikan ucapan terima kasih pada seluruh peserta atas kehadirannya dalam rangka mendukung visi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yaitu mewujudkan pendidikan yang bermutu untuk semua dan visi kabupaten Wonogiri yaitu menjadikan wonogiri yang Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan. Acara ini bertujuan untuk melatih keterampilan literasi guru dalam menyusun best practice dan artikel ilmiah yang nantinya akan dimuat di di E-Jurnal Provision PGRI Kabupaten Wonogiri yang beralamat https://ejurnalprovision.pgriwonogiri.or.id/. Dengan adanya tulisan yang ada di website tersebut akan memotivasi guru yang lain untuk menuliskan praktik baiknya sehingga dapat berdampak pada peningkatann mutu dan kualitas murid khususnya di Kabupaten Wonogiri.

Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Mulyatno yang merupakan Ketua PGRI Kabupaten Wonogiri. Beliau menyampikan bahwa kegiatan ini merupakan dukungan PGRI dalam peningkatan kualitas pendidikan. Bahwasanya PGRI merupakan organisasi profesi yang meningkatkan kualitas pendidikan, meningkatkan harkat dan martabat guru, serta berperan aktif dalam mencerdaskan bangsa.Ini dijawab dengan adanya pelatihan best practice yang dilaksanakan kali ini. Dengan adanya kegiatan ini mendorong seluruh guru khususnya di Kabupaten Wonogiri untuk terus berinovasi dalam mengisi tulisiannya di E-Jurnal Provision PGRI Kabupaten Wonogiri.

Selanjutnya sambutan dari Sriyanto Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri. Beliau mengapresiasi atas terlaksananya kegiatan ini, tentunya dengan adanya pelatihan ini mendukung Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupupaten Wonogiri dalam rangka mewujudkan Visi Kabupaten Wonogiri dengan mengembangankan kompetensi guru secara berkelanjutan dalam meningkatkan mutu pendidikan yang berdampak pada kualitas murid.

Selanjutnya launching E-Jurnal Provision yang ditandai dengan penyerahan sampul jurnal kepada Tim Jurnal Provision PGRI dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri dan Ketua PGRI dilajutkan foro bersama dengan peserta kegiatan. Yunirawati guru SLB BC YSBPD Wuryantoro  dann Tri Yustanto guru SMKN 2 Wonogiri melanjutkan dengan mengisi materi penyusunan best practice dan artikel ilmiah yang ketentuannya disesuaikan dengan BBGP Provinsi Jawa Tengah.Para peserta antusias mengikuti kegiatan tersebut,dilanjutkan tanya jawab dengan peserta kegiatan.Diakhir acara panitia Riyatmi dan Sri Hartantiningrum membentuk kelompok yang nantinya akan dibimbing oleh Tim Jurnal Provision untuk menghasilkan produk best practice dan artikel yang akan dimuat di website jurnal Provision. Tepat pukul 12.00 kegiatan diakhiri, selanjutnya peserta melakukan on servis selama 1 bulan dengan bimbingan tim Jurnal Provision PGRI.

Gebyar Dwijapraja: Sinergi PGRI Kecamatan Panggupito dan Tim Kreatif Paranggupito

Hari Sabtu 25 November 2023, Kecamatan Panggupito menjadi saksi sebuah peristiwa monumental dalam dunia pendidikan setempat. Paguyuban Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Panggupito bekerja sama erat dengan Tim Kreatif Paranggupito menggelar acara Gebyar Dwijapraja untuk yang ke dua kalinya dengan tema “ Transformasi Guru Wujudkan Indonesia Maju, Bergerak Bersama Rayakan Merdeka Belajar. Acara ini menjadi sorotan masyarakat, karena selain bertempat di SDN 1 Ketos yang notabenenya dekat dengan pusat Kecamatan Paranggupito acara ini juga menghadirkan berbagai kegiatan edukatif dan kolaboratif yang melibatkan guru, siswa, serta masyarakat setempat.

Gebyar Dwijapraja bukan hanya sekadar acara, melainkan wujud nyata sinergi antara PGRI Kecamatan Panggupito dan Tim Keratif Bidik Paranggupito dalam mendukung pembangunan dunia pendidikan. Dengan semangat kebersamaan, keduanya menghadirkan rangkaian kegiatan yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah ini. Acara semakin memukau dengan kehadiran pengurus PGRI Kabupaten Wonogiri. Bapak Sutarmo sebagai salah satu pengurus PGRI Kabupaten Wonogiri membawa semangat baru dan memberikan apresiasi atas upaya nyata PGRI Kecamatan Panggupito dan Tim Kreatif Bidik Paranggupito dalam pengembangan pendidikan. Kehadiran mereka dianggap sebagai dukungan strategis untuk memperkuat jejaring dan kerjasama antar-lembaga pendidikan. 

Acara Gebyar Dwijapraja digelar mulai pukul 07:00 WIB sampai pukul 13:30 WIB. Acara yang pertama adalah senam pagi yang diikuti oleh guru dan tenaga kependidikan di Kecamatan Paranggupito. Kemudian dilanjutkan dengan acara upacara pembukaan dan pentas seni yang ditampilkan oleh sekolah – sekolah yang ada di Kecamatan Paranggupito baik dari tingkat SD, SMP, SMA/SMK.  Puncak kegembiraan terjadi saat pentas seni dimulai. Berbagai bakat siswa dari TK hingga SMP tampil memukau dengan aksi panggung mereka. Tarian tradisional, pertunjukan musik, menjadi penanda keberhasilan satuan pendidikan dalam merawat dan mengembangkan bakat para Pendidik yang siap untuk diberikan kepada peserta didik.

Selain itu, Bazar pendidikan menjadi daya tarik utama, memamerkan kreativitas dan produk dari berbagai satuan pendidikan di Kecamatan Paranggupito. Stand-stand yang berjumlah 24 berjejer dengan produk – produk lokal termasuk makanan tradisional dan beragam hasil karya siswa yang menunjukkan kualitas dan potensi pendidikan di wilayah ini.

Gebyar Dwija Praja tidak hanya menjadi ajang kreativitas dan ekspresi bakat, melainkan juga bukti nyata bahwa kolaborasi antara PGRI Kecamatan Panggupito dan Tim Kreatif Bidik Paranggupito mampu menciptakan sinergi yang positif. Bazar pendidikan dan pentas seni menjadi pembuktian bahwa pendidikan di Kecamatan Paranggupito tidak hanya tentang pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter dan ekspresi kreatif guru di era milenial ini. (CS)

Silakan Hubungi Kami