Search for:
”MERAIH KEBAHAGIAAN HAKIKI”, HALALBIHALAL KELUARGA BESAR PGRI SOLORAYA JAWA TENGAH TAHUN 1447 H/2026 M

Bertempat di Gedung PGRI Wonogiri berlokasi di Jalan RM Said No.12A, Joho Lor, Giriwono, kecamatan Wonogiri, kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah 57613, hari ini Kamis, 2 April 2026 diselenggarakan kegiatan Halalbihalal keluarga besar PGRI Soloraya Jawa Tengah Tahun 1447 H/2026 M yang dihadiri oleh sekitar 450 peserta Soloraya.

Berkesempatan hadir pada kegiatan ini Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno beserta Ibu Sri Rahayuningsih didampingi Wakil Bupati, Imron Rizkyarno beserta jajarannya, Pengurus PGRI Jawa Tengah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri, Sriyanto beserta jajarannya, serta Seluruh pengurus PGRI Soloraya.

Laporan kegiatan Halalbihalal disampaikan oleh Ketua PGRI Kabupaten Wonogiri, Mulyatno. Tema Halalbihalal tahun 1447 H/2026 M ini adalah ”Membangun Kebersamaan, Meraih Kebahagiaan Hakiki”. Harapannya dengan tema ini tetap terjalin solidaritas, komunikasi seluruh anggota PGRI di Soloraya.  Ikrar Halalbihalal disampaikan oleh Ketua PGRI Korwil Soloraya, Wahyono, ikrar untuk saling memaafkan, mendoakan agar tetap terjalin silaturahmi, koordinasi yang baik, semoga amal ibadah kita diterima Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa.

Kesempatan yang berbahagia ini, juga dilaksanakan penyerahan bantuan kepada korban bencana puting beliung wilayah Soloraya yang diterima oleh 2 pengurus perwakilan PGRI Soloraya. Bantuan ini adalah wujud kepedulian, rasa tenggang rasa dan kasih sayang terhadap masyarakat yang sedang dilanda bencana.

Sambutan Halalbihalal disampaikan oleh Ketua PGRI Jawa Tengah yang diwakili oleh Rektor Universitas PGRI Jawa Tengah, Sri Suciati. Intisari sambutan Beliau adalah kegiatan Halalbihalal ini kegiatan yang mulia dan positif untuk tetap menjalin silaturahmi antara Pengurus PGRI Soloraya dengan pemerintah daerah. Sumber daya manusia tidak bisa dipikul hanya oleh guru. Dukungan luar biasa dari Pemerintah pada bidang pendidikan yang hebat menentukan generasi pada masa deapan. ”Mari seluruh pengurus PGRI Soloraya menjadi motor penggerak dengan tetap menjunjung tinggi budi pekerti yang luhur”, ajakan Sri Suciati mengakhiri sambutannya.

Sambutan Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno pada Halalbihalal ini adalah  menjadi sarana terbaik untuk tetap menjalin dan memperkuat silaturahmi, dan bertukar informasi khususnya bidang pendidikan di Soloraya. Bupati Wonogiri juga berkomitemen melalui visi Wonogiri untuk berdaya saing, dan pembangunan berkelanjutan mewujudkan Wonogiri yang Maju, Mandiri dan Sejahtera.  Wonogiri juga berkomitmen menyelenggarakan pendidikan dasar gratis dengan seragam gratis dan memberikan beasiswa kepada mahasiswa berprestasi.

Hikmah Halalbihalal hari ini disampaikan oleh Seno Hadi Sumitro. Garis besar hikmah halalbihalal bahwa kebersamaan itu sangat mahal. Jika mencari kebahagiaan hakiki di dunia ini adalah sulit, tanpa adanya kebersamaan. Mari dengan halalbihalal tahun ini kita bersihkan, luruskan hati dalam rangka silaturahmi dan kebersamaan.

Semoga dengan semangat halalbihalal tahun 1447 H/2026 M ini semua amal ibadah anggota PGRI, pengurus PGRI Soloraya dan pemerintah daerah di Soloraya diterima Allah SWT, dipertemukan dengan ramadhan, Idul Fitri tahun 2027. Wonogiri, SUKSES!!!.

 

RAIH JUARA 1 NASIONAL, SD NEGERI 2 PURWOSARI WONOGIRI MEWAKILI INDONESIA DALAM TANGIBLE WORLD CUP 2025

Kabar membanggakan datang dari  SD Negeri 2 Purwosari Kabupaten Wonogiri. Tim dari sekolah ini berhasil meraih Juara 1 Nasional dalam Tangible Rangers Competition kategori Sekolah Dasar yang diselenggarakan dalam ajang STEM Fair Universitas Sebelas Maret (UNS) 2025. Ajang tersebut digelar pada 17 September 2025 secara hybrid.

Tim pemenang terdiri tiga siswa berbakat, yaitu Yunavania S.W., Nadhifa K.H., dan Juventine C.R., dengan guru pendamping dari Ibu Putri Zahra. Tim ini sukses menyelesaikan permainan koding Tangible dalam waktu 12 menit 18 detik.

Dengan menggunakan permainan koding Tangible, tim memecahkan tantangan koding yang menarik dan belum pernah ada sebelumnya. Pendekatan unik tanpa perangkat elektronik ini mengajarkan problem-solving dan coding skills menggunakan perangkat fisik, token, dan perangkat seluler.

3 anak dari SD Negeri 2 Purwosari sedang mengikuti ajang Tangible World Cup 2025 secara daring

Tidak berhenti sampai di situ, keberhasilan luar biasa ini juga mengantarkan tim SD Negeri 2 Purwosari untuk menjadi perwakilan Indonesia dalam ajang Tangible World Cup 2025, kompetisi internasional bergengsi yang mempertemukan tim-tim terbaik dari berbagai negara di dunia.

Tampilan Zoom ajang Tangible World Cup 2025

Kepala SD Negeri 2 Purwosari, Amrih Mulat Arif Asriyanto, menyampaikan rasa bangganya atas capaian tersebut. “Kami merasa sangat bersyukur dan bangga atas prestasi yang diraih siswa kami. Ini merupakan hasil kerja keras, semangat belajar, serta dukungan guru dan orang tua. Semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi siswa lainnya untuk terus berinovasi dan berprestasi,” ujarnya.

Beliau juga berharap agar tim SD Negeri 2 Purwosari dapat memberikan hasil terbaik saat mewakili Indonesia di Tangible World Cup 2025, sekaligus menginspirasi siswa lain untuk terus berprestasi dan berinovasi di bidang apapun.

Ajang STEM Fair UNS 2025 sendiri merupakan kegiatan tahunan berskala nasional yang bertujuan menumbuhkan semangat belajar sains dan teknologi sejak dini. Dengan kemenangan ini, SD Negeri 2 Purwosari resmi menorehkan sejarah sebagai salah satu sekolah dasar terbaik dalam bidang inovasi sains.

Inovasi Selam, Maksimalkan Mitra Sekolah Tingkatkan Mutu Pendidikan

 

Mitra sekolah Adalah pihak eksternal, seperti orang tua, masyarakat, lembaga, atau organisasi lain, yang bekerja sama dengan sekolah untuk mencapai tujuan bersama dalam bidang pendidikan. Mitra sekolah membantu sekolah mencapai tujuan bersama dalam pendidikan, pengembangan kompetensi siswa, atau penyebaran praktik baik. Kemitraan ini menciptakan ekosistem pendidikan yang saling mendukung dan melengkapi. Kolaborasi dengan mitra sekolah pada akhirnya bertujuan untuk meningkatkan mutu dan pemerataan pendidikan. SD Negeri 1 Sonoharjo melakukan inovasi bersama mitra sekolah dalam memberikan pengalaman bermakna bagi murid. Inovasi sekolah tersebut bernama Selam yang merupakan akronim dari sekolah alam.

Inovasi Selam yang dilaksanakan oleh SD Negeri 1 Sonoharjo berkolaborasi dengan warga yang ada di sekitar sekolah sebagai mitra. Kondisi alam serta mayoritas warga sekitar berprofesi sebagai petani sekaligus berternak. Kondisi tersebut menjadi latar belakang sekolah mengembangkan inovasi Selam. Tujuan utama inovasi ini adalah mengenalkan kepada murid tentang potensi ekonomi yang ada di alam dan masyarakat di sekitar mereka. Murid diharapkan memahami serta memiliki pengetahuan tentang bagaimana mengelola sumber ekonomi yang ada di sekitar.

Maulana Aji Permana, guru PAIBP selaku penggagas Selam menyampaikan tujuannya melaksanakan inovasi ini, ” saya ingin murid-murid itu megenali kegiatan ekonomi yang ada di sekitarnya, yang mereka lihat setiap hari, kedepan saya berharap mereka tidak kebingungan ketika sudah memasuki masa dewasa untuk mencari nafkah. Syukur-syukur mereka bisa mengembangkan kegiatan ekonomi memanfaatkan alam yang ada di sekitar sehingga tidak perlu merantau mencari kerja di tempat lain”.

Kegiatan inovasi Selam diawali dengan penggalian ide gagasan bersama oleh dewan guru. Ide gagasan yang telah disepakati kemudian disosialisasikan ke wali murid serta komite sekolah untuk bisa dipahami serta menjadi mitra tepat untuk berkolaborasi.

Tahap pelaksanaan bersama murid diawali dengan mengumpulkan data tentang kegiatan ekonomi memanfaatkan alam yang ada di sekitar sekolah melalui media daring (dalam jaringan). Murid menuliskan data tersebut sebagai acuan membuat bahan wawancara ketika mereka melakukan kunjungan ke pelaku ekonomi mitra sekolah yang ada disekitar. Saat berkunjung dan melakukan wawancara, murid menuliskan data fakta yang ada di lokasi.

Murid berinteraksi dengan hewan ternak saat melaksanakan kunjungan ke mitra sekolah.

Tahap akhir kegiatan Inovasi Selam yaitu membandingkan data dari hasil kunjungan dan wawancara dengan data yang diperoleh saat mencari di media daring. Murid menuliskan perbandingan secara kelompok kemudian dikumpulkan dalam bentuk tulisan serta disampaikan secara lisan di depan kelas.

Murid dengan pendampingan guru melaksanakan diskusi membandingkan data yang diperoleh dari media daring dengan fakta yang ada di lapangan.

Kegiatan membandingkan data dari media daring dengan fakta yang ada di lapangan akan menumbuhkan kemampuan bernalar kritis murid. Penalaran Kritis merupakan Kemampuan untuk berpikir logis, analitis, dan reflektif dalam memahami informasi dan memecahkan masalah secara tepat. Penalaran kritis termasuk dalam dimensi profil lulusan yang menjadi bagian dari tujuan maupun visi misi SD Negeri 1 Sonoharjo. Amrih Mulat Arif Asriyanto selaku kepala sekolah serta penanggung jawab inovasi menyampaikan harapannya terkait inovasi Selam. “saya sangat mengapresiasi adanya inovasi selam ini, harapan saya selain memberikan pengalaman bermakna bagi murid, juga memiliki dampak pengiring membantu sekolah dalam mewujudkan visi misi sekolah sesuai dimensi profil lulusan”. Tim_SLCC

PENGUATAN KAPASITAS PENGURUS (PKP) PGRI KABUPATEN DAN CABANG/CABANG KHUSUS KABUPATEN WONOGIRI BERSAMA TIM PKP PGRI PROVINSI JAWA TENGAH

Penguatan Kapasitas Pengurus PGRI Kabupaten dan Cabang/Cabang Khusus Kabupaten Wonogiri Masa Bakti 2024-2029 bertempat di Gedung PGRI Kabupaten Wonogiri, Jl.RM Said No.12A, Joho Lor, Giriwono, Kec. Wonogiri, Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah 57613 pada hari Rabu (30/7/2025).

Penguatan Kapasitas Pengurus PGRI Kabupaten dan Cabang/Cabang Khusus Kabupaten Wonogiri Masa Bakti 2024-2029 dibuka secara langsung oleh Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua PGRI Provinsi Jawa Tengah, Dr. H. Muhdi, S.H., M.Hum beserta Tim PKP PGRI Provinsi Jawa Tengah.

Pra acara Penguatan Kapasitas Pengurus PGRI Kabupaten dan Cabang/Cabang Khusus Kabupaten Wonogiri Masa Bakti 2024-2029 disampaikan Konferensi Cabang dari seluruh kecamatan di Kabupaten Wonogiri sejumlah 25 kecamatan dan 2 cabang khusus (Kemenag dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan). Dilanjutkan dengan pembukaan kegiatan, acara inti dan penutup.

Acara inti kegiatan Penguatan Kapasitas Pengurus PGRI Kabupaten dan Cabang/Cabang Khusus Kabupaten Wonogiri Masa Bakti 2024-2029 diisi oleh Narasumber dari Tim PKP PGRI Provinsi Jawa Tengah, terdiri dari Ketua PGRI Jawa Tengah, Dr. H. Muhdi, S.H., M.Hum menyampaikan Sejarah PGRI dan Tata Kelolanya. Narasumber kedua menyampaikan materi tentang penguatan kapasitas pengurus PGRI. ”Pengurus PGRI harus kompeten dan berintegritas”. Narasumber berikutnya adalah Rektor UPGRIS Semarang, Dr. Sri Suciati, M.Hum menyampaikan bahwa Universitas PGRI bangun dan kejar mimpi untuk membangun dan memajukan organisasi PGRI. ”Waktu tidak bisa kembali, maka inilah saatnya pengurus PGRI semangat untuk maju”.

Acara inti diakhiri tanya jawab antara Narasumber dengan peserta. Kesimpulan disampaikan oleh sekretaris PGRI Provinsi Jawa Tengah, dari kegiatan ini adalah kita semua adalah pemimpin. Siap jadi pemimpin?. Seorang pemimpin harus mempunyai semangat, harus mempunyai kemampuan yang lebih dari yang lain, seorang pemimpin harus mempunyai integritas. Seorang pemimpin harus mempunyai jiwa dan dada yang lapang. (Tim SLCC).

Silakan Hubungi Kami